MU Geger Scholes Curiga Carrick Mau Cabut

El-Shinta

13 Oktober 2026

3
Min Read

Ekonesia – Legenda Manchester United, Paul Scholes, melontarkan keraguan besar terhadap komitmen Michael Carrick di Old Trafford. Kecurigaan ini muncul setelah Setan Merah mengawali musim Premier League 2026/2027 dengan performa awal yang jauh dari harapan, membuat Scholes bahkan menduga sang asisten pelatih mungkin tengah mempertimbangkan untuk angkat kaki dari Theatre of Dreams.

Padahal, Carrick baru saja dikukuhkan sebagai pelatih permanen pada musim panas 2026. Keputusan tersebut diambil setelah ia menunjukkan performa menjanjikan saat menjabat sebagai pelatih interim dari Januari hingga Mei. Namun, situasi kini berbalik 180 derajat. Manchester United kini terdampar di posisi ke-13 klasemen Premier League setelah enam pertandingan, dengan hanya satu kemenangan yang berhasil mereka amankan.

MU Geger Scholes Curiga Carrick Mau Cabut
Gambar Istimewa :

Sebagai mantan rekan setim yang mengenal Carrick luar dalam, Scholes tak ragu mempertanyakan motivasi mantan gelandang itu. Dalam sebuah siniar populer, Scholes menyinggung kinerja Carrick saat menangani Middlesbrough, yang menurutnya cukup baik dengan materi pemain yang ada. Namun, ia juga mengisyaratkan bahwa Middlesbrough, menurut Scholes, mungkin berharap lebih mengingat sumber daya yang tersedia saat Carrick memimpin.

Scholes bahkan melontarkan pertanyaan tajam, apakah Carrick kini diam-diam berhasrat untuk angkat kaki dari Old Trafford, mungkin dengan harapan mendapat kompensasi finansial. Pernyataan ini muncul di tengah posisi Carrick yang kini menjadi sorotan tajam menyusul awal musim yang buruk. Sejarah Manchester United mencatat kebiasaan memecat pelatih di tengah kompetisi, sehingga masa depan Carrick pun kembali dipertanyakan.

Sebelumnya, Erik ten Hag dipecat pada Oktober 2024, disusul Ruben Amorim yang juga kehilangan jabatannya di awal 2026. Meski demikian, manajemen Setan Merah diyakini masih akan memberi kesempatan kepada Carrick. Namun, hasil pertandingan selama Oktober hingga awal November bisa menjadi penentu penting bagi perjalanan mereka musim ini.

Nama Fabian Hurzeler pun turut mencuat dalam diskusi ketika Scholes menyinggung kemungkinan MU mencari pelatih baru. Pelatih Brighton tersebut memulai musim dengan catatan gemilang. Brighton kini bertengger di peringkat ketiga klasemen setelah mencatat empat kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan dari enam pertandingan.

Scholes tak menampik kualitas Hurzeler. Pelatih asal Jerman itu dinilainya sebagai sosok yang sangat menjanjikan, namun Scholes mengingatkan bahwa melatih Manchester United adalah tantangan yang sama sekali berbeda. Tekanan di Old Trafford adalah isu krusial, di mana setiap hasil pertandingan akan menjadi sorotan masif, jauh berbeda dengan situasi yang dihadapi Hurzeler di Brighton.

Scholes menggarisbawahi satu keunggulan Hurzeler dibanding Carrick: pengalamannya memimpin tim di Premier League. Ia berpendapat, jika Brighton gagal meraih kemenangan dalam sepuluh laga beruntun sekalipun, hal itu tidak akan memicu kegaduhan sebesar di Old Trafford. Menurut Scholes, perbedaan tingkat tekanan tersebut perlu dipertimbangkan secara matang sebelum MU mengambil keputusan mengenai kursi pelatih.

Tak hanya Carrick yang menjadi sasaran kritik. Scholes juga menyoroti kebijakan petinggi klub yang terus menerus mengganti pelatih tanpa ada perbaikan signifikan. Manchester United baru menjalani enam pertandingan musim ini, namun pembicaraan mengenai pergantian pelatih kembali mengemuka. Situasi ini membuat Scholes mempertanyakan arah kebijakan klub.

Situasi ini, menurutnya, sudah terjadi selama tiga tahun terakhir, dan kini sinyal pergantian pelatih kembali menguat. "Bagaimana mungkin kita terus mengulang pola yang sama? Baru enam pertandingan musim ini, kita sudah kembali ke titik nol," ujarnya frustrasi. Scholes kemudian mempertanyakan kapan manajemen akan mulai mengevaluasi pihak-pihak di level yang lebih tinggi dari pelatih, termasuk mereka yang bertanggung jawab atas rekrutmen pemain dan arah strategis klub. Bagi Scholes, masalah Manchester United tidak seharusnya selalu berakhir dengan pemecatan pelatih. Evaluasi komprehensif terhadap para pengambil keputusan di level manajemen adalah kunci agar klub bisa memutus lingkaran setan ini.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post