Bintang Mahal Liverpool Akui Liga Inggris Berat

El-Shinta

12 Oktober 2026

3
Min Read

Ekonesia – Perjalanan Bradley Barcola bersama Liverpool di Premier League ternyata tak semulus perkiraan. Winger asal Prancis ini akhirnya buka suara mengenai tantangan berat yang ia hadapi, mengakui bahwa intensitas dan tuntutan fisik di Liga Inggris jauh melampaui pengalamannya di Ligue 1 Prancis.

Didatangkan dengan mahar fantastis sekitar Rp2,6 triliun, yang menjadikannya pemain termahal kedua dalam sejarah The Reds, ekspektasi publik Anfield terhadap Barcola melambung tinggi. Namun, hingga kini, pemain berusia 24 tahun itu belum mampu menyumbangkan satu pun gol atau assist, memicu tanda tanya besar atas investasinya.

Bintang Mahal Liverpool Akui Liga Inggris Berat
Gambar Istimewa :

Penampilan terbarunya saat menghadapi Manchester City menjadi sorotan tajam. Barcola memang menunjukkan etos kerja positif dalam membantu pertahanan di wilayahnya sendiri, namun saat mendapat kesempatan menyerang, pergerakannya kerap mudah dipatahkan lawan. Situasi ini tak luput dari kritik pedas, termasuk dari legenda klub, Jamie Carragher, yang vokal menyuarakan kekecewaannya. Kondisi ini kembali memunculkan perdebatan tentang keputusan klub-klub Premier League menggelontorkan dana besar untuk pemain yang belum teruji di kerasnya sepak bola Inggris.

Barcola sendiri tidak menampik perbedaan drastis antara kompetisi yang membesarkan namanya dengan liga barunya. Dalam sebuah wawancara pasca-pertandingan, ia menjelaskan bahwa Ligue 1 memang mengandalkan kekuatan fisik, namun Premier League menuntut level lari yang jauh lebih tinggi sepanjang 90 menit. "Ligue 1 memang sangat mengandalkan fisik. Tapi, di sini saya merasakan tuntutan fisik yang lebih besar dari segi berlari. Pertandingan berlangsung dari satu ujung lapangan ke ujung lainnya," ungkap Barcola. Ia juga menambahkan, "Intensitasnya sangat tinggi. Namun, itulah alasan saya datang ke sini. Ini tantangan baru yang ingin saya hadapi." Pernyataan ini menegaskan bahwa proses adaptasi masih terus berjalan.

Kritik terhadap Barcola bukan hanya datang dari Carragher. Tiga media ternama, Daily Mail, Daily Express, dan BBC Sport, kompak memberinya nilai 5 dari 10 untuk performanya melawan Manchester City. Daily Mail menyoroti beberapa momen menjanjikan Barcola, namun menilai kontribusinya masih jauh dari harapan mengingat banderol transfernya. Pelatih Andoni Iraola, menurut media tersebut, pasti menginginkan lebih banyak dari sang pemain yang dinilai belum menemukan ritme terbaiknya.

BBC Sport mengamini penilaian tersebut, menyebut Barcola cukup tajam saat menguasai bola dan baik dalam tugas bertahan, tetapi masih harus meningkatkan kontribusinya di sepertiga akhir lapangan, sebuah permasalahan yang juga dialami Florian Wirtz. Daily Express juga menyoroti ketimpangan performa Barcola, yang dinilai bekerja keras membantu pertahanan namun minim ancaman saat Liverpool menyerang. Meski sempat ada momen positif ketika ia merebut bola dan mengirimkannya kepada Lewis Koumas untuk menciptakan peluang, catatan itu belum cukup untuk menghapus kesan bahwa Barcola masih kesulitan memberikan dampak nyata.

Kesempatan untuk membuktikan diri kini sudah di depan mata. Liverpool dijadwalkan bertandang ke Austria untuk menghadapi LASK dalam laga Liga Champions. Pertandingan ini menjadi panggung penting bagi Barcola untuk menunjukkan perkembangan signifikan setelah rentetan kritik. Liverpool sangat membutuhkan kontribusi lebih besar dari pemain yang direkrut dengan biaya fantastis itu. Kemampuan Barcola untuk beradaptasi dengan kecepatan dan intensitas Premier League akan menjadi kunci utama apakah ia mampu memenuhi ekspektasi besar di Anfield.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post