Ekonesia – Stadion Olimpico menjadi saksi bisu pertarungan sengit antara Lazio dan Monza dalam lanjutan Liga Italia pekan keenam. Meski akhirnya meraih kemenangan 3-1, I Biancocelesti harus berjuang keras menaklukkan perlawanan gigih tim tamu, yang bahkan sempat membuat kejutan meski bermain dengan sepuluh orang.
Baca juga: Rahasia Sukses PNM! Malaysia Belajar!
Lazio langsung menggebrak sejak peluit awal dibunyikan. Bermain di kandang sendiri, skuad Elang Ibu Kota tak butuh waktu lama untuk memecah kebuntuan. Baru tiga menit laga berjalan, Tavares melepaskan tembakan kaki kiri keras yang tak mampu dihalau kiper Monza, membawa Lazio unggul 1-0. Gol ini sempat diwarnai protes dari kubu Monza yang merasa ada pelanggaran sebelumnya, namun wasit tetap mengesahkan.
Tekanan Lazio tak berhenti. Beberapa menit kemudian, Noslin nyaris menambah keunggulan. Monza, yang berjuluk I Biancorossi, mencoba membalas melalui pergerakan lincah Zeballos, namun pertahanan Lazio masih terlalu kokoh. Tim tamu sempat bersorak pada menit ke-19 ketika Varela berhasil mencetak gol, namun kegembiraan itu sirna setelah wasit menganulirnya karena offside.
Baca juga: Vale Indonesia: Hutan Baru 3x Lebih Luas dari Tambang!
Lazio kembali memperlebar jarak pada menit ke-23. Isaksen dengan tenang menyelesaikan umpan matang dari Noslin, melepaskan tendangan kaki kiri ke sudut bawah gawang, mengubah skor menjadi 2-0.
Pertandingan memasuki babak baru pada menit ke-35. Sebuah insiden krusial terjadi saat Birindelli terjatuh di kotak penalti Lazio. Alih-alih mendapatkan penalti, Monza justru harus menerima pil pahit. Dalam serangan balik cepat Lazio, bek Monza Lucchesi terpaksa menarik Tavares yang melaju sendirian menuju gawang. Wasit tanpa ragu langsung mengacungkan kartu merah, membuat Monza harus bermain dengan sepuluh pemain. Keputusan ini sontak memicu protes keras dari bangku cadangan I Biancorossi, dan pelatih Juric terpaksa melakukan pergantian strategis untuk menambal lubang di lini belakang. Babak pertama pun berakhir dengan keunggulan 2-0 untuk Lazio.
Memasuki paruh kedua, Juric melakukan perubahan besar dengan memasukkan tiga pemain sekaligus. Strategi ini terbukti jitu. Hanya 44 detik setelah kick-off babak kedua, Monza berhasil memperkecil ketertinggalan! Goglichidze, yang baru masuk, menyundul bola dari jarak dekat memanfaatkan umpan sepak pojok yang diteruskan Dany Mota. Gol debut Goglichidze ini sontak membakar semangat juang Monza.
Tim tamu yang bermain dengan sepuluh orang justru tampil lebih agresif. Gelombang serangan Monza terus mengalir. Dany Mota nyaris menyamakan kedudukan setelah menerima umpan terobosan apik dari Foe Ondoa, namun Mandas dengan sigap menepis tembakan kerasnya. Birindelli dan Varela juga tak mau ketinggalan menciptakan peluang, dengan tendangan mereka yang tipis melenceng atau berhasil diblok pertahanan Lazio. Sundulan Dany Mota dari tendangan sudut pun kembali memaksa Mandas melakukan penyelamatan heroik. Lazio tampak kewalahan menghadapi intensitas serangan Monza yang tak terduga.
Setelah sempat tertekan, Lazio akhirnya mulai menemukan ritme permainan mereka kembali di pertengahan babak kedua. Belahyane sempat mengancam gawang Monza, memaksa Tornqvist melakukan penyelamatan gemilang. Monza tak menyerah, Maye mencoba peruntungan dengan tembakan jarak jauh, namun belum membuahkan hasil.
Menjelang akhir pertandingan, Lazio semakin gencar menekan. Tornqvist kembali menjadi pahlawan dengan menggagalkan tembakan Zaccagni. Isaksen nyaris mencetak gol keduanya, namun tendangannya membentur tiang gawang.
Akhirnya, pada menit ke-88, Lazio berhasil mengunci kemenangan. Pinamonti dengan tenang menyambut umpan silang dari sisi kiri dan menyarangkan bola ke gawang, mengubah skor menjadi 3-1. Monza masih sempat memberikan perlawanan di sisa waktu, dengan sundulan Dany Mota yang nyaris berbuah gol dan penyelamatan heroik Kouadio di garis gawang, namun skor tidak berubah hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan 3-1 ini menjaga posisi Lazio di papan atas klasemen Liga Italia, bersaing ketat dengan Inter Milan. Sementara bagi Monza, meski harus pulang tanpa poin, performa mereka yang luar biasa dengan sepuluh pemain patut diacungi jempol. Semangat juang I Biancorossi menjadi sorotan dan menunjukkan potensi besar tim ini. Selanjutnya, Monza akan menjamu Cagliari pada Senin, 19 Oktober, pukul 18.30 waktu Italia atau Selasa, 20 Oktober, pukul 00.30 WIB, di Stadion Brianteo. Ikuti terus perkembangan berita sepak bola terkini hanya di ekonosia.com.



Tinggalkan komentar