Ekonesia – Panggung Piala Dunia 2026 di Boston Stadium menjadi saksi bisu drama mendebarkan ketika tim underdog Paraguay secara mengejutkan berhasil menyingkirkan raksasa Jerman. Kemenangan dramatis 4-3 melalui adu penalti, setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit, mengantarkan Paraguay melaju ke babak 16 besar. José Canale menjadi pahlawan penentu, mengunci kemenangan setelah Jonathan Tah dari Jerman gagal menjalankan tugasnya dari titik putih.
Baca juga: Inter Bangkit! Ajax Tumbang di Kandang
Pertandingan ini bukanlah laga yang mudah bagi wakil Amerika Selatan tersebut. Sepanjang 90 menit waktu normal dan babak tambahan, Paraguay dipaksa untuk bertahan menghadapi gempuran tanpa henti dari dominasi penguasaan bola Jerman. Namun, benteng pertahanan yang terorganisir rapi, ditambah dengan penampilan luar biasa dari penjaga gawang Orlando Gill, menjadi kunci utama mereka untuk tetap bertahan hingga babak tos-tosan.

Sejak peluit awal dibunyikan, Jerman memang lebih banyak memegang kendali permainan. Kendati demikian, justru Paraguay yang menciptakan peluang emas pertama di menit kedua melalui Júnior Alonso yang sayangnya belum berbuah gol. Deretan bintang Jerman seperti Kai Havertz, Florian Wirtz, Joshua Kimmich, hingga Leroy Sané terus berupaya membongkar pertahanan lawan, namun disiplin lini belakang Paraguay tak tergoyahkan. Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-42. Matías Galarza mengirimkan umpan terukur yang berhasil dikonversi dengan dingin oleh Julio Enciso, membawa Paraguay unggul 1-0 saat turun minum.
Baca juga: Setan Merah Incar Trio Striker, Tapi Jalannya Terjal!
Memasuki babak kedua, Jerman langsung tancap gas. Pergantian pemain dengan masuknya Leon Goretzka memberikan suntikan energi baru. Tak butuh waktu lama, Kai Havertz berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-54 setelah menerima assist brilian dari Florian Wirtz, mengubah skor menjadi 1-1. Setelah gol penyeimbang, tekanan Jerman semakin menjadi-jadi. Havertz kembali membuang peluang emas di menit ke-78, sementara Kimmich berulang kali mencoba peruntungannya. Paraguay sesekali membalas melalui Gustavo Caballero dan Julio Enciso, namun tak ada gol tambahan tercipta hingga waktu normal usai.
Di babak tambahan, dominasi Jerman semakin kentara. Mereka menciptakan banyak peluang lewat Kimmich, Havertz, Nick Woltemade, hingga Waldemar Anton. Namun, di sinilah Orlando Gill menunjukkan kelasnya. Dengan serangkaian penyelamatan krusial yang heroik, Gill menjadi tembok tak tertembus di bawah mistar, menjaga asa Paraguay tetap hidup dan memaksa pertandingan berlanjut ke adu penalti.
Drama penentuan pemenang dari titik putih pun dimulai. Orlando Gill langsung menjadi sorotan dengan aksi gemilangnya menepis eksekusi Kai Havertz sebagai penendang pertama Jerman. Keunggulan Paraguay kemudian diperlebar oleh Mauricio. Joshua Kimmich, Jamal Musiala, dan Nadiem Amiri sempat menjaga asa Jerman. Namun, Nick Woltemade juga gagal menaklukkan Gill, sementara Antonio Sanabria dari Paraguay turut menyia-nyiakan peluang. Manuel Neuer sempat menghidupkan kembali harapan Jerman saat ia berhasil menepis tendangan Fabián Balbuena. Namun, harapan itu pupus seketika setelah Jonathan Tah gagal menaklukkan Orlando Gill. José Canale maju sebagai penendang terakhir Paraguay, dan dengan tenang ia sukses menggetarkan jala gawang Neuer, memastikan kemenangan 4-3 bagi timnya.
Kemenangan ini tak hanya mengantarkan Paraguay ke babak 16 besar, tetapi juga memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi tiga pertandingan beruntun di ajang Piala Dunia. Jerman mungkin superior dalam statistik penguasaan bola dan jumlah peluang. Namun, sepak bola adalah tentang efektivitas, mentalitas, dan keberadaan seorang pahlawan. Paraguay menunjukkan organisasi bertahan yang luar biasa, semangat juang yang tak kenal lelah, dan memiliki sosok pembeda mutlak dalam diri Orlando Gill. Ketenangan mereka di bawah tekanan, terutama saat adu penalti, membuktikan bahwa kemenangan ini memang pantas mereka raih setelah berjuang hampir dua jam penuh.
Dapatkan ulasan mendalam dan kabar terbaru seputar dunia olahraga hanya di ekonosia.com.



Tinggalkan komentar