Liverpool Nekat Sarr Kontrak Tipis Harga Gila

El-Shinta

28 Agustus 2026

3
Min Read

Ekonesia – Bursa transfer musim panas ini terus menyajikan drama tak terduga, dan Liverpool menjadi salah satu aktor utamanya. Meski baru saja mengamankan tanda tangan Bradley Barcola, The Reds tampaknya belum puas. Kini, perhatian mereka tertuju pada winger Crystal Palace, Ismaila Sarr, dalam sebuah perburuan yang memicu banyak pertanyaan.

Kabar santer menyebutkan, Liverpool telah merampungkan transfer Barcola dari Paris Saint-Germain dengan mahar fantastis £120 juta. Pemain sayap asal Prancis itu diproyeksikan mengisi pos penyerang kiri, namun sektor kanan juga tak luput dari bidikan. Ismaila Sarr, bintang Senegal milik Palace, menjadi target utama untuk memperkuat sisi tersebut, bahkan disebut-sebut sebagai suksesor potensial Mohamed Salah yang telah hengkang dari Anfield.

Liverpool Nekat Sarr Kontrak Tipis Harga Gila
Gambar Istimewa : gilabola.com

Menurut laporan Miguel Delaney dari The Independent, Liverpool tak gentar dan telah mengajukan tawaran awal sebesar £50 juta untuk Sarr. Namun, Crystal Palace bersikap tegas. The Eagles secara terang-terangan menolak tawaran tersebut, mengindikasikan bahwa mereka sama sekali tidak berniat melepas salah satu aset berharganya. Sarr sendiri didatangkan Palace dari Watford pada Agustus 2024 dengan biaya relatif terjangkau, £12,7 juta, dan sejak itu menjelma menjadi pilar penting. Kontribusinya membawa Palace meraih trofi FA Cup 2025 dan gelar Golden Boot Conference League musim lalu, menjadikannya salah satu rekrutan terbaik dalam sejarah klub. Bahkan, mantan striker Everton, Romelu Lukaku, pernah memuji Sarr sebagai penyerang paling "berbahaya" di liga.

Situasi kian rumit dengan fakta bahwa kontrak Sarr di Selhurst Park hanya tersisa tiga bulan. Kondisi ini seharusnya menempatkan Palace dalam posisi tawar yang kurang menguntungkan, namun mereka tetap bergeming. Di sisi lain, Liverpool juga harus bersaing dengan klub lain. Fabrizio Romano melaporkan bahwa Sarr telah menyepakati persyaratan pribadi dengan raksasa Turki, Galatasaray. Klub asal Istanbul itu disebut-sebut akan serius mengejar Sarr jika gagal dalam perburuan Rafael Leao dari AC Milan, yang juga diincar Aston Villa. Absennya Sarr saat Palace kalah 2-0 dari Everton pekan lalu akibat cedera ringan semakin menambah spekulasi.

Keinginan Liverpool untuk memboyong Sarr datang di tengah sorotan tajam terhadap pengeluaran fantastis mereka di bursa transfer musim panas ini. Dengan kesepakatan Barcola, The Reds kini tercatat telah merekrut tiga pemain dengan banderol di atas £100 juta, termasuk Alexander Isak dan Florian Wirtz. Mereka juga memecahkan rekor sebagai klub dengan bek, winger, dan striker termahal dalam sejarah Premier League. Belanja jor-joran ini berpotensi menjadi bumerang. Klub penjual, termasuk Palace, bisa memanfaatkan situasi finansial Liverpool yang "gemuk" untuk mematok harga setinggi langit. Sebelumnya, Liverpool juga mundur dari perburuan Yakuba Minteh setelah tawaran £60 juta ditolak Brighton & Hove Albion yang mematok harga £80 juta.

Meskipun Sarr memiliki statistik impresif musim 2025/2026 dengan 9 gol dan 1 assist dari 28 penampilan, serta kontribusi signifikan dalam perebutan trofi, banyak pihak menilai banderolnya tidak seharusnya melebihi £50 juta. Jika Liverpool memaksakan transfer di atas angka tersebut, risiko membayar terlalu mahal akan sangat besar, hanya demi memenuhi kebutuhan mendesak. Kedatangan Sarr juga bisa memicu pergeseran di lini serang. Cody Gakpo berpotensi hengkang jika Sarr merapat, dengan Tottenham Hotspur dan manajer Roberto De Zerbi dilaporkan sangat menginginkan jasa pemain Belanda tersebut.

Drama transfer Ismaila Sarr ini menjadi ujian bagi strategi belanja Liverpool. Di satu sisi, mereka membutuhkan pemain sayap berkualitas untuk mengisi kekosongan dan bersaing di level tertinggi. Di sisi lain, Palace bertekad mempertahankan aset berharganya, sementara kontrak Sarr yang menipis dan minat klub lain menambah kompleksitas. Liverpool harus cermat menghitung apakah investasi besar ini sepadan, atau justru akan menjadi blunder finansial di tengah ambisi mereka meraih gelar.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post