Saham SINI Transaksi Jumbo Harga Diskon Besar

Agus Riyadi

11 Agustus 2026

2
Min Read

Ekonesia – Bursa saham Jakarta dikejutkan oleh sebuah pergerakan masif yang melibatkan saham PT Singaraja Putra Tbk SINI pada perdagangan sesi pertama Selasa 11 Agustus 2026. Sebuah transaksi jumbo senilai ratusan miliar rupiah tercatat dengan harga yang jauh di bawah pasaran memicu spekulasi di kalangan investor.

Data dari Running Trade Stockbit menunjukkan sekitar pukul 09.18 hingga 09.22 WIB terjadi penjualan besar-besaran saham SINI. Sebanyak 1,5 juta lot atau setara 150 juta lembar saham berpindah tangan pada harga Rp5.070 per saham.

Saham SINI Transaksi Jumbo Harga Diskon Besar
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Perpindahan kepemilikan saham tersebut terbagi dalam tiga gelombang transaksi masing-masing 600.000 lot 600.000 lot dan 300.000 lot. Jika diakumulasikan nilai total dari seluruh transaksi ini mencapai angka fantastis sekitar Rp760,5 miliar.

Yang menarik harga transaksi Rp5.070 ini terpantau jauh lebih rendah dari harga pasar SINI yang pada saat itu berada di level Rp7.000 per saham. Ini berarti harga pembelian dalam transaksi jumbo tersebut sekitar 27,57 persen lebih murah dibandingkan harga yang berlaku di pasar reguler.

Pada waktu yang sama sekitar pukul 10.58 WIB saham SINI di perdagangan reguler terpantau bergerak di kisaran Rp7.000 per saham atau melemah tipis 50 poin setara 0,71 persen. Volume transaksi yang sangat besar ini memunculkan banyak pertanyaan mengenai identitas pihak-pihak yang terlibat baik pembeli maupun penjual serta motivasi di balik kesepakatan tersebut. Hingga berita ini diturunkan detail mengenai broker dan sifat transaksinya masih belum terungkap.

Berdasarkan laporan registrasi pemegang efek per akhir Juni 2026 struktur kepemilikan SINI cukup beragam. Tiga individu tercatat sebagai pemilik manfaat utama yakni Limas Ananto dengan 16,17 persen Hendrikus Yulidar Putra Karim 16,99 persen dan Hapsoro 3,89 persen.

Sementara itu di jajaran pemegang saham institusi PT Petrosea Tbk PTRO menjadi yang terbesar dengan kepemilikan 19,88 persen dan berstatus afiliasi pengendali. Disusul oleh PT AutumPrima sebagai pengendali dengan 16,99 persen PT Kreasi Jasa Persada 7,9 persen Ever Grace International juga sebagai pengendali 7,48 persen dan Batubara Development pengendali 6,2 persen.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post