Ekonesia – Pasar modal Indonesia kembali menghadapi gempuran pada perdagangan Rabu 28 Oktober 2026. Indeks Harga Saham Gabungan IHSG terpantau merosot 028 persen hingga menyentuh level 5251 pada pukul 0938 WIB. Sementara itu nilai tukar Rupiah juga tak luput dari tekanan tergelincir ke angka 18170 per Dolar Amerika Serikat.
Baca juga: Klub Misterius Tolak Miliarder Dunia Ini Sebabnya
Menurut analisis Elvan Chandra Widyatama seorang pakar valuta asing dari CNBC Indonesia depresiasi Rupiah terhadap mata uang Paman Sam ini diakibatkan oleh kombinasi faktor domestik dan global. Meski demikian Elvan melihat adanya secercah harapan untuk penguatan di penghujung tahun 2026. Kondisi indeks Dolar AS yang menguat serta fluktuasi harga minyak mentah global turut membebani cadangan devisa negara sehingga memberi tekanan tambahan pada Rupiah.

Selain itu sentimen terkait MSCI juga menjadi katalis utama aksi jual investor asing di pasar modal Indonesia. Hal ini menyebabkan tren pelemahan IHSG terus berlanjut meskipun investor domestik berupaya keras untuk menahan laju penurunan. Untuk proyeksi ke depan Elvan memprediksi Rupiah akan berfluktuasi di kisaran 17800 hingga 18200 per Dolar AS hingga akhir tahun 2026. Analisis mendalam mengenai pergerakan nilai tukar Rupiah ini sebelumnya telah dibahas oleh Aulia Wardhani bersama Elvan Chandra Widyatama dalam program Squawk Box CNBC Indonesia.










Tinggalkan komentar