Klub Misterius Tolak Miliarder Dunia Ini Sebabnya

Agus Riyadi

17 Agustus 2026

4
Min Read

Ekonesia – Siapa sangka, tumpukan kekayaan bernilai triliunan rupiah tak selalu menjadi kunci pembuka setiap pintu. Jeff Bezos, pendiri raksasa e-commerce Amazon, harus menelan pil pahit. Meski hartanya melimpah ruah, ia belum juga diterima sebagai anggota di Indian Creek Country Club, sebuah perkumpulan super eksklusif di Miami, Amerika Serikat.

Padahal, Bezos bukan orang asing di pulau tersebut. Ia memiliki tiga properti mewah di Indian Creek Island, dengan total investasi mencapai sekitar Rp4,17 triliun. Pulau ini, yang dijuluki "Billionaire Bunker", memang menjadi hunian bagi para konglomerat dan tokoh paling berpengaruh di dunia. Bahkan, menurut laporan The Wall Street Journal, Bezos bersama pasangannya, Lauren Sánchez Bezos, sempat menghadiri pesta tahunan klub pada Februari lalu. Kehadirannya kala itu disebut-sebut sebagai upaya untuk melobi para pengurus agar ia diterima. Ia berinteraksi dengan para anggota, bahkan beberapa pengusaha kakap seperti Richard LeFrak dan Eddie Lampert tampak mengantre untuk bersalaman. Namun, setelah enam bulan berlalu, tawaran keanggotaan yang dinanti-nanti tak kunjung tiba.

Klub Misterius Tolak Miliarder Dunia Ini Sebabnya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Perlu diketahui, kepemilikan properti di Indian Creek tidak serta-merta menjamin seseorang menjadi anggota klub. Proses seleksi ketat harus dilalui, bahkan bagi mereka yang tidak tinggal di pulau itu pun bisa mengajukan diri. Berdiri sejak 1929, Indian Creek Country Club adalah sarang bagi keluarga-keluarga kaya raya turun-temurun dan figur publik ternama di Florida Selatan. Jumlah anggotanya sangat terbatas, hanya sekitar 350 orang. Biaya masuknya? Fantastis, mendekati Rp16 miliar, dengan iuran tahunan mencapai Rp704 juta. Namun, di sini, uang bukanlah segalanya.

Calon anggota wajib mendapatkan dukungan dari dua anggota aktif sebagai sponsor, ditambah lima surat rekomendasi dari anggota lain. Setelah itu, mereka harus aktif bersosialisasi, membangun kesan positif, mulai dari menghadiri acara klub, pesta koktail, hingga bermain golf bersama para anggota lama. Sebuah komite beranggotakan enam orang akan menyeleksi kandidat, sebelum akhirnya diajukan ke dewan direksi beranggotakan 15 orang, yang saat ini dipimpin oleh mantan CEO AutoNation, Mike Jackson. Di sinilah keputusan final diambil melalui pemungutan suara. Ironisnya, popularitas dan kekayaan yang melimpah ruah justru bisa menjadi bumerang. Beberapa sumber internal menyebutkan, harta yang terlalu besar atau ketenaran ekstrem justru membuat sebagian anggota lama enggan menerima "pendatang baru".

Bezos tidak sendirian dalam daftar "miliarder yang ditolak". Mark Zuckerberg, CEO Meta, bersama Jared Kushner dan Ivanka Trump, bahkan anggota keluarga kerajaan Qatar, juga tercatat memiliki properti di Indian Creek namun belum berhasil menembus gerbang klub ini. Fenomena ini mencerminkan benturan budaya antara "old money" atau kalangan kaya raya turun-temurun di Florida Selatan, dengan gelombang "new money" dari sektor teknologi, keuangan, dan real estat. Para anggota lama, yang bertindak sebagai "penjaga gerbang", tidak mudah membuka pintu bagi setiap individu yang baru saja mengumpulkan kekayaan besar. Pernah ada upaya dari sebagian anggota untuk mengubah aturan klub, yaitu dengan menaikkan persentase suara yang dibutuhkan untuk menyetujui penjualan klub. Langkah ini diyakini sebagai upaya untuk mencegah taipan teknologi datang dan membeli seluruh klub dengan kekayaan mereka. Namun, usulan perubahan aturan tersebut akhirnya kandas.

Jared Kushner dan Ivanka Trump pun sempat merasakan sulitnya menembus benteng eksklusivitas ini. Setelah membeli lahan seluas 1,26 acre dan merenovasi rumah bergaya Spanyol menjadi hunian modern, mereka disponsori oleh Mary Anne Shula, istri mendiang pelatih Miami Dolphins Don Shula. Shula bahkan menggelar pesta koktail untuk memperkenalkan pasangan ini kepada pengurus klub. Namun, ketika Kushner dan Ivanka ganti mengadakan pesta di kediaman mereka, hanya sekitar separuh anggota dewan klub yang hadir. Meski ada alasan di luar kota, ketidakhadiran itu diinterpretasikan sebagai sinyal penolakan. CEO Goldman Sachs, David Solomon, juga pernah merasakan getirnya penolakan. Saat ia menyatakan minatnya bergabung, seorang anggota bahkan disebut-sebut menggalang petisi untuk menghalanginya. Namun, pada akhirnya, Solomon berhasil menjadi anggota. Berbeda nasib dengan pendiri Jersey Mike’s Peter Cancro dan legenda NFL Tom Brady yang disebut tidak mengalami kesulitan berarti.

Lantas, apa yang membuat Indian Creek begitu istimewa hingga para superkaya rela berjuang keras untuk menjadi bagiannya? Bukan sekadar prestise, melainkan privasi dan keamanan tingkat tinggi yang menjadi daya tarik utamanya. Indian Creek Village adalah sebuah munisipalitas mandiri dengan otoritas legislatifnya sendiri. Pulau seluas sekitar 300 acre ini hanya dapat dijangkau melalui jalur laut atau satu-satunya jembatan berpagar yang dijaga ketat, lengkap dengan kepolisian pribadi. Sebagian besar area pulau didominasi oleh country club, yang menawarkan lapangan golf privat, clubhouse bergaya vila Mediterania, serta kolam renang dengan pemandangan langsung ke Biscayne Bay dan panorama kota Miami. Tingkat privasi dan keamanan inilah yang menjadikan keanggotaan klub ini begitu berharga di mata para miliarder dunia.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post