Rahasia Cuan Terkuak di Jogja Bikin Melongo

Agus Riyadi

24 Mei 2026

5
Min Read

Ekonesia – Gelaran Jogja Financial Festival JFF 2026 di Jogja Expo Center JEC sukses besar menarik perhatian publik dan para pemangku kepentingan. Acara dua hari ini menjadi panggung bagi sejumlah figur terkemuka dan pemimpin perusahaan papan atas untuk berbagi wawasan serta memacu peningkatan literasi finansial di tengah masyarakat.

Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan LPS Anggito Abimanyu turut hadir dan secara khusus mengajak para pelajar serta mahasiswa untuk mengoptimalkan ajang keuangan ini. Menurutnya festival semacam ini sangat esensial untuk mengasah kualitas diri dan menggali potensi ekonomi. "Sektor keuangan itu kuncinya disiplin tata kelola SDM berkualitas dan bisnis yang menguntungkan ujungnya cuan" tegas Anggito.

Rahasia Cuan Terkuak di Jogja Bikin Melongo
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Wakil Walikota Yogyakarta Wawan Harmawan tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Ia melihat JFF 2026 sebagai katalis positif bagi geliat ekonomi kota gudeg. "Kami sangat senang acara seperti ini membantu perekonomian Jogja. Teman-teman ISEI menyebut Jogja tumbuh berkat ekonomi kerumunan. Semoga bisa rutin setiap minggu" harapnya.

Senada Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mendorong generasi muda untuk memperkuat kompetensi personal demi meraih kesuksesan di era teknologi. Ia mencontohkan Founder dan Chairman CT Corp Chairul Tanjung yang mampu mencapai puncak karir berbekal kualitas diri bukan latar belakang keluarga. "Kualitas diri adalah kekayaan tak ternilai. Pak CT bukan dari keluarga siapa-siapa bisa masuk FKUI karena kapasitas dirinya" ujar Misbakhun. Ia berharap pelajar dan mahasiswa memanfaatkan setiap kesempatan belajar termasuk di JFF 2026 untuk mengasah kemampuan pribadi.

Transformasi Perbankan dan Inklusi Finansial

Sesi Business Talks menjadi ajang para nakhoda bank papan atas Tanah Air memaparkan pandangan mereka. Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk BBRI Hery Gunardi menyoroti evolusi perbankan yang krusial. Bank sebagai jembatan keuangan mengumpulkan dana lalu menyalurkannya untuk membiayai berbagai bisnis. "Dari aktivitas penyaluran dana itulah perbankan mendapat margin dan bisa hidup. Jadi bank harus punya banyak nasabah" jelasnya.

BRI sendiri terus berinovasi melalui Brimo Mobile Banking yang kini memiliki lebih dari 60 juta pengguna. "Transaksi harian Brimo mencapai Rp32 triliun setahun bisa Rp7.500 triliun" ungkap Hery. Ini bukti nyata adaptasi perbankan.

Sementara itu PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk BTN mengandalkan Kredit Pemilikan Rumah KPR subsidi dan digitalisasi untuk memperluas inklusi finansial terutama bagi masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan. Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyebut dua fokus utama mereka. "Pertama KPR subsidi yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah dan banyak unbanked" katanya.

Dari Bank Syariah Indonesia BSI Direktur Utama Anggoro Eko Cahyo menegaskan peran perbankan syariah dalam membentuk ekonomi yang adil dan berkelanjutan. Penyaluran pembiayaan bisa menjadi penggerak sektor tertentu sekaligus pendorong ekonomi. "BSI mendorong UMKM dengan prinsip keberlanjutan dan masuk ke ekosistem syariah seperti pesantren halal lifestyle haji hingga umroh" papar Anggoro.

Digitalisasi dan jaringan global menjadi kekuatan utama PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk BNI untuk membantu pelaku usaha Indonesia merambah kancah internasional. Direktur Treasury & International Banking BNI Abu Santosa Sudradjat menyebut BNI memiliki delapan financial center dan sepuluh cabang internasional sebagai penghubung bisnis. "Bisnis utama kami adalah menjadi gerbang penghubung dunia internasional dan Indonesia" terang Abu. Ia melihat banyak UMKM Indonesia berpotensi global namun terkendala akses.

Di sisi lain Direktur Finance & Strategy PT Bank Mandiri Persero Tbk Novita Widya Anggraini menyoroti masih tingginya ketergantungan masyarakat pada pembayaran konvensional. "Kami punya data sekitar 39% transaksi masyarakat masih bersifat tunai" ungkap Novita. Ini menjadi tantangan di tengah dominasi milenial dan Gen Z dalam aktivitas digital.

Sektor Tambang dan Pasar Modal

Sesi CEO Talks menghadirkan Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia Tbk Bernardus Irmanto. Ia meluruskan persepsi negatif seputar industri tambang. "Pertambangan adalah fondasi peradaban. Lahan yang digunakan kurang dari 1% dari seluruh daratan" tegas Anto. Nikel misalnya banyak digunakan untuk transisi energi seperti baterai kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi terbarukan. "Nikel yang diproduksi Vale ini sustainable" imbuhnya.

Dalam sesi Financial Market Bonds and Capital berbagai lembaga seperti Bursa Efek Indonesia BEI dan PT Sarana Multi Infrastruktur SMI turut memberikan pembaruan informasi. Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto menjelaskan alasan pemerintah terus menerbitkan Surat Berharga Negara SBN untuk mendanai anggaran negara. "APBN adalah instrumen penting pembangunan. APBN kita desain defisit itu adalah cara kita mengelola APBN dengan ekspansif agar ekonomi bergerak lebih kuat" jelas Suminto.

PJS Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik optimistis pasar modal Indonesia cerah di 2026 didorong tingginya minat investasi generasi muda. "Jumlah investor tumbuh dari 4-5 juta menjadi 10 juta saat pandemi. Sekarang sudah 27.4 juta investor" paparnya.

Sementara Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur Persero Reynaldi Hermansjah mengungkapkan SMI berhasil menjaga tingkat kredit macet NPL tetap rendah di tengah risiko tinggi pembiayaan proyek infrastruktur jangka panjang. Hingga akhir 2025 SMI telah membiayai 492 proyek di seluruh Indonesia dengan total Rp274.96 triliun.

Kontribusi Raksasa BUMN

Tak kalah menarik diskusi One on One Executive bersama Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara BUMN Dony Oskaria menyoroti profitabilitas korporasi pelat merah. Dony menegaskan kontribusi BUMN mencapai sepertiga dari APBN RI baik dalam bentuk dividen maupun pajak.

Pada 2025 keuntungan BUMN Indonesia mencapai Rp335 triliun dengan pembayaran pajak Rp215 triliun. Tahun ini Dony memperkirakan profit BUMN bisa menyentuh Rp360 triliun dan menargetkan Rp450 triliun dalam tiga tahun ke depan. "Saya berharap ketika saya pensiun BUMN bisa mencapai keuntungan sedikitnya Rp450 triliun" pungkasnya.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post