Harta Prajogo Menguap Triliunan Rupiah

Agus Riyadi

21 Mei 2026

2
Min Read

Ekonesia – Pasar modal Indonesia diguncang kabar mengejutkan. Kekayaan konglomerat Prajogo Pangestu terpangkas drastis, dengan nilai kapitalisasi pasar saham-saham perusahaannya yang anjlok lebih dari Rp1.400 triliun dari puncaknya. Perdagangan Kamis kemarin menjadi saksi bisu terjun bebasnya saham-saham inti grup Prajogo, memicu kepanikan investor dan menyeret Indeks Harga Saham Gabungan IHSG ke zona merah.

Pemicu utama gejolak ini adalah keputusan Morgan Stanley Capital International MSCI yang menghapus beberapa emiten grup Prajogo dari indeks globalnya. Langkah ini sontak memicu aksi jual masif, terutama dari investor asing yang menggunakan indeks MSCI sebagai patokan investasi. Kekhawatiran akan potensi keluarnya dana pasif asing pun tak terhindarkan, menciptakan tekanan jual yang luar biasa di lantai bursa.

Harta Prajogo Menguap Triliunan Rupiah
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Saham Chandra Asri Pacific TPIA menjadi yang paling terpuruk, ambles 14,66 persen ke level 2.270 pada pukul 10.09 WIB. Tak hanya itu, Barito Pacific BRPT juga tak luput dari hantaman, merosot 9,59 persen ke posisi 1.555. Sementara itu, Barito Renewables Energy BREN ikut terkoreksi tajam 9,32 persen menjadi 2.530. Efek domino pelemahan ini turut merembet ke saham-saham lain di bawah bendera Prajogo Pangestu. Petrosea PTRO melemah 8,75 persen ke 3.650, Petrindo Jaya Kreasi CUAN turun 5,08 persen ke 560, dan Chandra Daya Investasi CDIA terkoreksi 5,06 persen menjadi 750. Sejak awal tahun, performa saham-saham ini memang sudah memprihatinkan, dengan penurunan lebih dari 50 persen, bahkan ada yang mencapai 75 persen.

Kejatuhan nilai saham-saham Prajogo Pangestu ini menjadi salah satu faktor dominan yang menyebabkan IHSG terperosok pada perdagangan hari itu. Investor dibuat cemas melihat valuasi perusahaan-perusahaan raksasa ini yang seolah menguap dalam sekejap.

Ambil contoh Barito Renewables Energy BREN. Kapitalisasi pasarnya kini hanya sekitar Rp335,9 triliun. Padahal, pada akhir tahun 2025, nilai pasar BREN sempat menyentuh angka fantastis Rp1.298 triliun. Ini berarti, hampir Rp1.000 triliun kekayaan BREN telah lenyap. Sementara itu, TPIA kini memiliki kapitalisasi pasar di kisaran Rp196,4 triliun, BRPT Rp146,3 triliun, CDIA Rp94,25 triliun, CUAN Rp62,96 triliun, dan PTRO sekitar Rp37 triliun. Jika ditotal, enam emiten inti grup Prajogo saat ini memiliki nilai pasar sekitar Rp872 triliun. Angka ini jauh di bawah posisi puncaknya yang pernah diperkirakan menembus lebih dari Rp2.300 triliun. Dengan demikian, total nilai pasar grup Prajogo diperkirakan telah menyusut lebih dari Rp1.400 triliun dari titik tertingginya, sebuah kerugian yang sulit dibayangkan.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post