Rabiot Masuk Milan Langsung Ganas Taklukkan Torino

El-Shinta

24 Agustus 2026

3
Min Read

Ekonesia – Adrien Rabiot membuktikan dirinya sebagai kartu AS Milan. Masuk dari bangku cadangan, gelandang asal Prancis ini langsung menjelma menjadi pembeda, menginspirasi kemenangan krusial 2-1 atas Torino dalam laga sengit Serie A. Kontribusinya tak main-main, ia mencetak satu assist untuk gol debut Alphadjo Cisse dan kemudian turut mengukir namanya di papan skor.

Rossoneri sukses membawa pulang tiga poin berharga dari markas Il Toro, berkat magis Rabiot yang mengubah jalannya pertandingan yang sempat alot. Milan tampil dengan beberapa penyesuaian signifikan. Absennya Rafael Leao karena cedera menjadi perhatian, sementara Rabiot dan Luka Modric baru bergabung setelah tugas internasional di Piala Dunia. Penjaga gawang utama Mike Maignan kembali mengawal gawang, ditemani penampilan perdana Goncalo Ramos dan Mario Gila bersama tim.

Rabiot Masuk Milan Langsung Ganas Taklukkan Torino
Gambar Istimewa : gilabola.com

Di sisi lain, Torino memulai era baru di bawah asuhan Ignazio Abate, yang merupakan mantan pemain Milan. Abate mengawali debutnya di liga dengan tantangan berat, ditambah kondisi lapangan yang belum ideal pasca perbaikan darurat. Tim tuan rumah juga dihantam badai cedera dan skorsing, kehilangan pilar seperti Eray Comert, Duvan Zapata, Tino Anjorin, Pietro Pellegri, dan Franco Israel. Pietro Comuzzo serta Kian Fitz-Jim pun langsung dipercaya turun sebagai starter.

Milan tak membuang waktu untuk menebar ancaman. Baru 75 detik laga berjalan, umpan silang Ruben Loftus-Cheek hampir disambar Alphadjo Cisse, namun bola hanya menyentuh jaring luar gawang. Samuel Chukwueze juga berulang kali merepotkan pertahanan Torino, memaksa kiper Diego Mascardi melakukan penyelamatan gemilang dari tembakan kerasnya. Umpan silang Chukwueze yang kembali disambut Cisse juga masih belum menemui sasaran. Torino sendiri sempat mengancam melalui situasi bola mati, namun sundulan Giovanni Simeone masih melenceng tipis.

Situasi tanpa gol mendorong pelatih Milan melakukan perubahan strategis. Luka Modric dimasukkan, sementara Rabiot didorong lebih ke depan menggantikan Loftus-Cheek. Drama sempat terjadi pada menit ke-60 saat Milan menuntut penalti. Umpan silang Cisse mengenai lengan Nikola Vlasic, namun setelah tinjauan VAR, wasit memutuskan tidak ada pelanggaran. Keputusan ini didasarkan pada interpretasi baru wasit yang lebih mempertimbangkan pergerakan dan konteks lengan, bukan hanya posisi.

Kebuntuan akhirnya pecah berkat kolaborasi apik Rabiot dan Cisse. Rabiot, yang kini bermain lebih menyerang, mengirimkan umpan silang akurat kepada Cisse. Penyerang muda berusia 19 tahun itu dengan tenang mengontrol bola menggunakan dada, lalu melepaskan tembakan melengkung indah dengan kaki kanan bagian dalam, yang memantul masuk ke pojok bawah gawang. Gol perdana Cisse di Serie A!

Tak butuh waktu lama, Rabiot kembali menunjukkan kelasnya. Kali ini, giliran ia sendiri yang mencatatkan nama di papan skor. Menerima umpan silang matang dari Chukwueze di tiang jauh, Rabiot menyambutnya dengan sepakan voli presisi, menggandakan keunggulan Milan menjadi 2-0.

Torino tak menyerah begitu saja. Di penghujung laga, mereka melancarkan serangan bertubi-tubi. Alieu Njie sempat mengancam dengan tembakan keras yang membentur tiang gawang. Peluang emas juga datang dari Comuzzo yang menerima umpan lambung cantik dari Fitz-Jim, namun sepakan volinya dari jarak dekat masih melebar. Aboukhlal juga menyia-nyiakan kesempatan emas lainnya.

Gol hiburan untuk Torino akhirnya tercipta di masa injury time. Che Adams melakukan penyelesaian akrobatik yang luar biasa. Membelakangi gawang, ia mengait bola hasil tendangan bebas dan mengarahkannya melewati jangkauan Maignan ke pojok atas gawang. Skor berubah menjadi 1-2. Namun, gol indah tersebut datang terlalu terlambat bagi Torino. Milan berhasil mempertahankan keunggulan dan mengamankan kemenangan penting.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post