Ekonesia – Kemenangan meyakinkan Arsenal atas Coventry City dengan skor 3-0 dalam laga pembuka musim baru ternyata diiringi kabar kurang menyenangkan. Gelandang anyar mereka, Bruno Guimaraes, harus menepi akibat masalah pada bagian pangkal paha. Pemain asal Brasil ini bahkan belum sempat memperkuat The Gunners dan hanya bisa menyaksikan tim barunya berlaga dari tribun.
Baca juga: Rekor Buruk Hantam Liverpool Pelatih Set-Piece Pamit
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran serius. Bruno Guimaraes diprediksi akan absen selama beberapa pekan, bahkan bisa mencapai satu bulan penuh. Tentu saja, ini menjadi pukulan telak bagi Arsenal, mengingat Guimaraes baru dua minggu lalu merampungkan transfernya dari Newcastle United dengan mahar fantastis £75 juta, atau setara Rp1,65 triliun.

Namun, manajer Arsenal Mikel Arteta berusaha meredakan kekhawatiran tersebut. Ia menyatakan bahwa cedera yang dialami Guimaraes bukanlah masalah serius, melainkan hanya ketegangan ringan di area pangkal paha. Arteta juga menambahkan bahwa sang pemain belum menjalani persiapan pramusim secara penuh dan hanya memiliki waktu singkat sebelum pertandingan Community Shield. "Itu regangan ringan di bagian pangkal paha. Dia belum menjalani pramusim. Dia hanya punya empat atau lima hari sebelum pertandingan itu," jelas Arteta.
Baca juga: Ultimatum Guler Guncang Madrid!
Arteta juga menekankan bahwa Guimaraes masih memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan dan sistem baru di klub. "Kami perlu menjalaninya sedikit demi sedikit," tambahnya.
Kondisi kebugaran Guimaraes saat ini berbanding terbalik dengan rekam jejaknya di Newcastle. Selama membela The Magpies, ia dikenal jarang absen, kecuali saat dihantam cedera hamstring musim lalu yang membuatnya menepi dalam 14 pertandingan.
Kepindahan Guimaraes ke Arsenal sendiri bukanlah proses yang mudah. Newcastle sebenarnya berupaya keras mempertahankan kaptennya itu. Namun, Guimaraes bertekad untuk mencari tantangan baru dan akhirnya berhasil mewujudkan transfer tersebut setelah empat setengah tahun mengabdi di St James’ Park.
Kepergiannya memicu beragam reaksi di kalangan suporter Newcastle. Sebagian merasa kehilangan sosok penting di saat klub sangat membutuhkannya, sementara yang lain memahami keputusannya untuk melangkah maju.
Sebelum resmi berpisah, Guimaraes sempat menyampaikan pesan emosional. Ia mengaku bahwa keputusan itu adalah salah satu yang tersulit dalam hidupnya. Selama di Newcastle, ia merasakan kebanggaan mendalam atas pencapaian bersama. "Saya jatuh cinta dengan tempat ini. Saya sungguh-sungguh mengatakannya," ujar Guimaraes dalam salam perpisahannya. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para pendukung, rekan setim, Eddie Howe, dan staf klub yang telah membuat dirinya dan keluarga merasa seperti di rumah. Guimaraes menegaskan ingin merasakan pengalaman baru dan siap menghadapi babak berikutnya dalam kariernya bersama keluarga.
Kini, cobaan tak terduga justru datang lebih awal dari yang diperkirakan. Ia harus fokus memulihkan cedera sebelum benar-benar bisa menunjukkan kontribusinya sebagai bagian integral dari skuad Arsenal.





Tinggalkan komentar