Pemerintah Rilis Molinas James Riady Borong 20 Ribu

Agus Riyadi

14 Agustus 2026

2
Min Read

Ekonesia – Tonggak sejarah baru di industri otomotif nasional telah ditorehkan. Pemerintah, melalui entitas Danantara, secara resmi meluncurkan Motor Listrik Nasional atau Molinas beserta seluruh ekosistem pendukungnya di Bekasi pada Kamis, 13 Agustus 2026. Proyek ini digadang-gadang sebagai perwujudan nyata sinergi antara pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan para pengusaha nasional, dengan tujuan utama meningkatkan kemandirian Indonesia. Tak disangka, Bos Grup Lippo, James Riady, langsung menyatakan komitmennya untuk memborong puluhan ribu unit.

Rosan Roeslani, CEO Danantara Indonesia, mengungkapkan kabar mengejutkan tersebut saat memberikan sambutan kepada James Riady, yang diketahui merupakan pemilik lahan tempat proyek Molinas ini dilaksanakan di Bekasi. "Bapak James Riady dari Lippo, yang juga pemilik lahan ini, telah menyatakan komitmennya untuk membeli 20.000 unit motor listrik," tegas Rosan, yang kemudian disambut riuh tepuk tangan hadirin dalam acara peluncuran yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Pemerintah Rilis Molinas James Riady Borong 20 Ribu
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Rosan menjelaskan, Molinas bukan sekadar produk baru, melainkan sebuah inisiatif kolaboratif yang bertujuan untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global. Ia menekankan pentingnya peran serta berbagai pihak dalam menciptakan ekosistem yang mandiri dan berdaya saing.

Potensi pasar kendaraan roda dua listrik di Indonesia memang sangat menjanjikan. Rosan memaparkan, saat ini terdapat sekitar 140 juta unit sepeda motor di Indonesia, dengan penambahan 6 hingga 7 juta unit setiap tahun. Namun, penetrasi motor listrik masih sangat rendah, hanya berkisar 60.000 hingga 70.000 unit, atau sekitar satu persen dari total penjualan tahunan. "Ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang sangat besar secara eksponensial di masa depan. Kami memperkirakan ukuran pasar bisa mencapai sekitar 170 miliar dolar AS," ungkap Rosan penuh keyakinan.

Saat ini, sekitar 10 perusahaan telah menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam pengembangan Molinas. Perusahaan-perusahaan ini telah memenuhi kriteria Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang ditetapkan oleh Kementerian Perindustrian. Di bawah arahan PT Len Industri (Persero) dan Sigit Puji Santosa selaku CTO Danantara sekaligus pimpinan proyek Molinas, tim akan berfokus pada standardisasi internasional. Ambisinya jelas, Molinas tidak hanya menjadi pemimpin di pasar domestik, tetapi juga di tingkat regional, bahkan global.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post