Bos Emiten Borong Saham Rp43 Miliar Harga Miring

Agus Riyadi

12 Agustus 2026

2
Min Read

Ekonesia – Sebuah pergerakan senyap namun masif terjadi di lantai bursa. PT Budi Delta Swakarya, entitas pengendali utama dari PT Budi Starch & Sweetener (BUDI), sebuah perusahaan yang bergerak di sektor pengolahan singkong, baru-baru ini dilaporkan telah mengakuisisi sejumlah besar saham perseroan. Transaksi jumbo ini melibatkan pembelian 204 juta lembar saham BUDI, yang setara dengan 4,54 persen dari total saham beredar.

Berdasarkan informasi yang dirilis melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia pada Selasa 11 Agustus 2026, nilai total dari aksi borong saham ini mencapai angka fantastis Rp43 miliar. Pembelian saham tersebut dilaksanakan pada tanggal 5 Agustus 2026, dengan harga Rp210 per lembar saham.

Bos Emiten Borong Saham Rp43 Miliar Harga Miring
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Langkah strategis ini secara langsung mengubah peta kepemilikan saham di BUDI. Sebelum transaksi ini, PT Budi Delta Swakarya tercatat memiliki 1.487.271.833 lembar saham atau sekitar 33,11 persen. Setelah penambahan 204 juta lembar saham, porsi kepemilikan mereka melonjak menjadi 1.690.967.732 lembar saham, yang merepresentasikan 37,65 persen dari keseluruhan saham BUDI.

Manajemen perseroan menjelaskan bahwa akuisisi saham ini merupakan bagian dari strategi investasi jangka panjang. Menariknya, harga pembelian saham sebesar Rp210 per lembar tergolong lebih rendah jika dibandingkan dengan harga pasar BUDI saat itu yang berada di level Rp220 per saham. Bahkan, pada penutupan perdagangan di hari pengumuman, harga saham BUDI masih bertengger di angka Rp216 per lembar. Ini menunjukkan bahwa pengendali berhasil mendapatkan saham dengan harga yang cukup menguntungkan di bawah nilai pasar.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post