Ekonesia – Siapa sangka di balik sosok Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk Hery Gunardi tersimpan sebuah impian masa kecil yang tak banyak diketahui. Dalam sebuah sesi inspiratif di Jogja Financial Festival Sabtu lalu Hery membuka tabir perjalanan mimpinya yang ternyata sudah mengarah ke dunia perbankan sejak ia masih belia.
Baca juga: Tarif Listrik Diskon 50%! Siapa Saja yang Dapat?
Di hadapan para wirausahawan yang memadati Jogja Expo Center Hery Gunardi membeberkan bahwa ada dua profesi yang selalu menghiasi benaknya saat kanak-kanak. "Sejak kecil saya punya dua cita-cita utama menjadi seorang bankir dan juga seorang insinyur" ungkapnya. Baginya kedua profesi tersebut memiliki nilai luhur yang sama dalam membangun masyarakat.

Ia menjelaskan seorang insinyur khususnya teknik sipil berperan vital dalam menciptakan infrastruktur penting seperti jembatan jalan raya atau pelabuhan. "Bayangkan jika ada orang yang kesulitan menyeberangi sungai lalu dibangun jembatan hidup mereka tentu akan jauh lebih mudah Begitu pula dengan akses jalan yang memadai" ujarnya menggambarkan dampak nyata pekerjaan insinyur.
Baca juga: Neymar Perpanjang Kontrak Demi Misi Mustahil
Tak kalah mulia lanjut Hery adalah peran seorang bankir. Menurutnya tugas bankir adalah menjaga dan mengelola dana nasabah dengan penuh amanah. Dana tersebut kemudian disalurkan kembali dalam bentuk pinjaman kepada pihak yang membutuhkan. "Tugas ini menjadi sangat berarti terutama ketika kita bisa membantu nasabah-nasabah kecil seperti pelaku UMKM bahkan ultramikro untuk mengembangkan usahanya" tegas Hery menunjukkan esensi kemuliaan profesi tersebut.
Mengenang kembali jejak awal karirnya Hery Gunardi bercerita bahwa pintu perbankan pertama kali terbuka baginya di Bank Pembangunan Indonesia Bapindo. Namun takdir membawanya pada sebuah persimpangan penting saat krisis moneter 1998 melanda. Bapindo harus dilebur bersama Bank Bumi Daya Bank Exim dan Bank BDN membentuk entitas baru yang kini dikenal sebagai Bank Mandiri.
"Entah mengapa saat itu direksi menugaskan saya untuk bergabung dalam tim inti merger" kenang Hery. Sebuah pengalaman tak ternilai baginya karena ia menjadi bagian dari tim inti yang membantu bankir-bankir legendaris seperti Robby Djohan dan Agus Martowardojo dalam merancang fondasi Bank Mandiri. "Saya adalah yang termuda di antara mereka sebuah kehormatan dan pelajaran berharga yang tak akan pernah saya lupakan" pungkasnya.



Tinggalkan komentar