Kejutan Mount Bikin MU Batalkan Transfer Mahal

El-Shinta

25 Juli 2026

3
Min Read

Ekonesia – Gelombang optimisme menyelimuti kubu Manchester United setelah kemenangan telak 5-0 atas Rosenborg di laga pramusim. Di tengah pesta gol tersebut, satu nama justru diam-diam mencuri perhatian dan berpotensi menyelamatkan kas klub dari pengeluaran fantastis di bursa transfer musim panas ini: Mason Mount. Penampilan meyakinkan sang gelandang seolah mengirim sinyal kuat bahwa ia masih sangat relevan dalam skema Michael Carrick, bahkan bisa menjadi jawaban atas kebutuhan lini tengah Setan Merah.

Sejak diboyong dari Chelsea dengan mahar mencapai Rp1,32 triliun tiga musim lalu, perjalanan Mount di Old Trafford memang jauh dari kata mulus. Badai cedera kerap menghantam, membuatnya kesulitan menembus skuad inti secara konsisten. Musim lalu, ia hanya tampil sebagai starter dalam 25 pertandingan Liga Inggris. Meski sempat diisukan bakal dilepas, manajemen United memilih mempertahankannya. Kini, di bawah arahan Carrick, nasib pemain berusia 27 tahun ini mulai menunjukkan titik terang.

Kejutan Mount Bikin MU Batalkan Transfer Mahal
Gambar Istimewa : gilabola.com

United sendiri telah menggelontorkan dana tak sedikit, sekitar Rp1,87 triliun, untuk memperkuat sektor tengah dengan mendatangkan Andrey Santos dan Youri Tielemans. Klub juga masih gencar memburu satu gelandang lagi, dengan Aurelien Tchouameni disebut-sebut sebagai target impian. Namun, dengan performa Mount yang menjanjikan, opsi untuk tidak memaksakan pembelian gelandang ketiga kini terbuka lebar. Ia bisa menjadi solusi internal yang sudah tersedia, menghemat anggaran yang bisa dialihkan ke pos lain.

Dalam filosofi permainan Carrick, dominasi penguasaan bola menjadi fondasi utama. Karena itu, klub lebih memprioritaskan gelandang dengan olah bola mumpuni ketimbang sekadar perusak serangan lawan. Saat menghadapi Rosenborg, Mount kembali berduet dengan Andrey Santos dalam formasi 4-2-3-1. Tampil selama satu jam, ia menunjukkan adaptasi luar biasa pada peran yang lebih dalam. Distribusi bolanya rapi, ditambah kontribusi defensif yang signifikan, seperti beberapa kali memotong alur umpan lawan dan melakukan intersep krusial di depan kotak penalti yang langsung memicu serangan balik.

Kerja samanya dengan Santos juga terlihat menjanjikan. Salah satu momen apik terjadi ketika Mount dengan sigap mengambil tendangan bebas cepat, lalu mengirim umpan silang panjang yang membuka ruang bagi Patrick Dorgu, meski tembakan Dorgu hanya membentur tiang gawang. Lebih dari sekadar kualitas teknis, Mount juga memperlihatkan jiwa kepemimpinan. Setelah Shea Lacey mencetak gol pembuka, Mount terlihat membimbing pemain muda itu ke garis tengah sambil memberikan arahan taktis, sebuah cerminan perannya dalam membantu adaptasi pemain akademi.

Tentu, performa pramusim belum menjadi jaminan mutlak untuk satu musim penuh. Namun, apa yang ditunjukkan Mason Mount melawan Rosenborg lebih dari sekadar statistik. Ia tampak memahami betul tuntutan permainan Michael Carrick dan mampu menjalankan peran berbeda dengan disiplin tinggi. Jika konsistensi ini dapat dipertahankan, Manchester United bisa mengalihkan dana transfer ke sektor lain yang lebih mendesak. Memberi Mount kesempatan untuk membuktikan diri kini justru terlihat sebagai langkah yang jauh lebih bijak daripada kembali menggelontorkan dana besar untuk rekrutan baru. Dapatkan ulasan mendalam dan kabar terbaru seputar sepak bola hanya di ekonosia.com.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post