Ekonesia – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto baru-baru ini mengumumkan sebuah terobosan signifikan yang dirancang untuk meringankan beban pekerja dalam memiliki hunian. Dalam sebuah acara penting, ia memaparkan rencana pemerintah untuk menghadirkan skema pembiayaan kepemilikan rumah (KPR) dengan tenor yang sangat panjang, memberikan harapan baru bagi jutaan buruh di tanah air.
Baca juga: Kalsel 100% Bersertifikat? DPR RI Dukung Penuh!
Selama ini, banyak pekerja terpaksa mengalokasikan hingga sepertiga dari penghasilan bulanan mereka hanya untuk biaya sewa atau kontrak tempat tinggal. Prabowo menegaskan, porsi pengeluaran yang cukup besar ini ke depan akan dioptimalkan untuk beralih menjadi cicilan rumah pribadi. Ini adalah langkah strategis untuk mengubah pengeluaran konsumtif menjadi investasi jangka panjang bagi para pekerja.

Skema KPR yang ditawarkan akan sangat fleksibel, memungkinkan cicilan dimulai dari 20 tahun. Namun, jika kondisi finansial belum memungkinkan, tenor ini dapat diperpanjang secara bertahap menjadi 25, 30, bahkan hingga 40 tahun. Perpanjangan masa cicilan ini bertujuan agar angsuran bulanan menjadi jauh lebih ringan dan terjangkau, sejalan dengan stabilitas pekerjaan dan jaminan hunian bagi buruh hingga masa tua.
Baca juga: DIY Jadi Kiblat Koperasi Desa? Menkop Ungkap Fakta Ini!
Pengumuman ini disampaikan Prabowo saat menghadiri puncak peringatan Hari Buruh Internasional di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Jumat 1 Mei 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menerima berbagai masukan berharga dari pimpinan serikat buruh, termasuk kebutuhan akan fasilitas penitipan anak (daycare) dan tentu saja, akses hunian yang layak.
Pemerintah tidak berhenti pada skema KPR saja. Prabowo juga mengungkapkan bahwa hingga kini, pemerintah telah berhasil membangun 350 ribu unit rumah. Target ambisius selanjutnya adalah memulai pembangunan minimal satu juta unit rumah lagi pada tahun ini. Rumah-rumah ini, sesuai saran dari perwakilan buruh, akan dibangun di lokasi strategis yang dekat dengan kawasan industri dan tempat kerja, memangkas waktu serta biaya mobilitas.
Lebih jauh, visi pemerintah mencakup pembangunan kota-kota baru yang terintegrasi. Setiap kota direncanakan memiliki 100 ribu unit rumah dan 100 ribu unit rumah susun, dilengkapi dengan fasilitas lengkap seperti sekolah, sarana olahraga, daycare, rumah sakit, serta sistem transportasi publik yang memadai. Moda transportasi modern seperti kereta ringan (LRT) atau bus akan disediakan untuk memastikan mobilitas pekerja dari tempat tinggal menuju lokasi kerja berjalan lancar dan efisien, meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.




Tinggalkan komentar