Ekonesia – PT Aneka Tambang Tbk ANTM atau Antam kembali mencuri perhatian publik dengan kinerja keuangan yang gemilang. Perusahaan tambang pelat merah ini berhasil membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 34 triliun pada kuartal I tahun 2026 sebuah lonjakan fantastis hingga 619 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga: Waspada! Undangan Rekrutmen KAI Bodong Beredar
Angka impresif ini jauh melampaui capaian kuartal I tahun 2025 yang hanya sebesar Rp 21 triliun. Kenaikan laba bersih ini menjadi bukti nyata ketangguhan operasional dan strategi bisnis Antam di tengah dinamika pasar global.

Peningkatan signifikan ini tak lepas dari performa pendapatan kontrak dengan pelanggan yang juga tumbuh subur. Antam sukses mengantongi pendapatan sebesar Rp 292 triliun pada kuartal pertama 2026 naik dari Rp 261 triliun di periode sebelumnya. Ini menunjukkan permintaan yang kuat terhadap produk-produk Antam di pasar.
Baca juga: Sedang di Jeddah? Wajib Coba Kopi Racikan Barista Indonesia Ini!
Meskipun beban pokok penjualan turut meningkat dari Rp 225 triliun menjadi Rp 237 triliun Antam tetap mampu menjaga efisiensi. Hal ini tercermin dari laba kotor yang melonjak drastis dari Rp 36 triliun menjadi Rp 56 triliun. Kenaikan laba kotor ini menandakan margin keuntungan yang semakin tebal bagi perusahaan.
Lebih lanjut performa operasional Antam juga patut diacungi jempol. Laba usaha perusahaan meroket tajam menjadi Rp 45 triliun dari sebelumnya Rp 26 triliun meski beban usaha juga mengalami kenaikan dari Rp 9451 miliar menjadi Rp 11 triliun. Ini menunjukkan kemampuan Antam dalam mengelola operasional secara efektif untuk menghasilkan profitabilitas yang tinggi.
Selain itu Antam juga menikmati penghasilan lain-lain bersih yang signifikan mencapai Rp 2796 miliar. Sumber penghasilan ini beragam meliputi penghasilan keuangan sebesar Rp 923 miliar laba selisih kurs Rp 797 miliar bagian keuntungan entitas asosiasi Rp 2053 miliar serta penghasilan operasi lain sebesar Rp 99 miliar. Kontribusi ini semakin memperkuat pondasi keuangan Antam meskipun ada kenaikan beban keuangan menjadi Rp 107 miliar.
Alhasil laba sebelum pajak penghasilan Antam pun melesat menjadi Rp 478 triliun dari Rp 293 triliun di kuartal I tahun 2025. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan sebesar Rp 11 triliun laba periode berjalan secara keseluruhan tercatat sebesar Rp 366 triliun naik dari Rp 232 triliun.
Kinerja keuangan yang solid ini juga diiringi dengan pertumbuhan aset yang mengesankan. Total aset Antam pada akhir kuartal I tahun 2026 mencapai Rp 632 triliun sebuah peningkatan substansial dari Rp 525 triliun pada akhir tahun 2025. Ini mengindikasikan ekspansi dan penguatan posisi keuangan Antam secara menyeluruh.


Tinggalkan komentar