Davies Cuma Umpan Swiss Rajai Grup B

El-Shinta

25 Juni 2026

3
Min Read

Ekonesia – Kekalahan mengejutkan harus diterima Kanada di kandang sendiri, Vancouver, saat berhadapan dengan Swiss. Hasil pahit 1-2 ini tak hanya merenggut status juara Grup B dari tangan mereka, tetapi juga memaksa tim berjuluk The Canucks harus angkat kaki dari markas sendiri untuk melakoni fase gugur di Los Angeles. Lebih mencengangkan, pelatih Jesse Marsch blak-blakan mengakui bahwa bintang utama mereka, Alphonso Davies, yang santer diberitakan akan debut, ternyata hanya dijadikan umpan pengalih perhatian lawan.

Sehari sebelum duel krusial, Marsch sempat mengumbar janji bahwa Davies akan turun lapangan. Namun, hingga peluit panjang berbunyi, sang kapten Bayern Munich itu tetap menghuni bangku cadangan. "Alphonso memang belum siap tanding. Jadi, saya sengaja memanfaatkannya sebagai umpan. Saya ingin Swiss memikirkan kemungkinan itu," ungkap Marsch tanpa tedeng aling-aling. Namun, strategi "tipuan" ini tampaknya tak mempan. Pelatih Swiss, Murat Yakin, menegaskan timnya tak goyah dan hanya berfokus pada performa di lapangan. "Kami hanya bereaksi terhadap jalannya pertandingan. Tim tampil luar biasa dan layak berada di posisi ini," tegas Yakin.

Davies Cuma Umpan Swiss Rajai Grup B
Gambar Istimewa : gilabola.com

Swiss membuktikan keteguhan mental mereka dengan melancarkan serangan kilat di awal babak kedua. Hanya dalam rentang 12 menit, Ruben Vargas dan Johan Manzambi sukses merobek jala gawang Kanada, mengubah jalannya pertandingan secara drastis dan mengunci keunggulan 2-0. Meski Kanada sempat berupaya keras mengejar ketertinggalan, bahkan dengan masuknya supersub Promise David, gol balasan tak kunjung datang.

Kekalahan ini semakin memperparah kondisi Kanada yang memang sudah pincang. Mereka harus bertanding tanpa gelandang kunci Ismaël Koné, yang absen karena cedera patah kaki enam hari sebelumnya. Kehadiran Koné di stadion dengan kruk menjadi pengingat pahit akan kehilangan besar di lini tengah. Wakil kapten Stephen Eustáquio juga tak bisa diturunkan sejak menit awal karena masalah kebugaran. Alhasil, Nathan Saliba dan Mathieu Choinière harus berjibaku menghadapi lini tengah Swiss yang digalang jenderal lapangan, Granit Xhaka, sebuah tugas yang terbukti sangat berat.

Di sisi lain, kecerdikan Murat Yakin patut diacungi jempol. Ia melakukan empat perubahan signifikan dalam susunan pemain awal. Keputusan untuk memasang Johan Manzambi dan Ruben Vargas sejak menit pertama terbukti jitu, mengingat keduanya lah yang menjadi pahlawan kemenangan Swiss dengan sumbangan gol krusial mereka.

Meski pertandingan digelar siang hari, atmosfer di BC Place tetap membara. Atap stadion yang tertutup menciptakan udara lembap dan menambah intensitas laga. Swiss sempat mengancam lebih dulu melalui umpan terobosan Ricardo Rodriguez kepada Breel Embolo, namun kiper Maxime Crépeau sigap menggagalkannya. Setelah jeda pendinginan, Kanada mulai menemukan ritme. Cyle Larin sempat terlibat insiden dengan Granit Xhaka yang berujung kartu kuning untuk keduanya, memanaskan suasana. Tuan rumah menutup babak pertama dengan tekanan yang lebih baik, dengan peluang terbaik dari Ali Ahmed yang sayangnya masih bisa ditepis Gregor Kobel.

Kekalahan ini jelas merumitkan langkah Kanada. Alih-alih menikmati keuntungan bermain di hadapan pendukung sendiri pada babak gugur, mereka kini harus bersiap menjadi tim musafir dengan perjalanan panjang menuju Los Angeles hanya dalam empat hari. Strategi psikologis Jesse Marsch yang memanfaatkan nama besar Alphonso Davies terbukti kurang efektif. Swiss tak menunjukkan tanda-tanda terpengaruh dan tetap fokus pada rencana permainan mereka. Absennya pilar seperti Ismaël Koné dan kondisi Stephen Eustáquio yang belum fit justru jauh lebih terasa dampaknya. Pada akhirnya, Swiss meraih kemenangan berkat persiapan yang lebih matang dan efisiensi dalam memanfaatkan setiap peluang.

Untuk ulasan mendalam dan kabar terbaru dari jagat sepak bola, kunjungi Ekonesia.com.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post