Ekonomi RI Kebal Krisis Dunia Ini Rahasianya

Agus Riyadi

25 Juni 2026

2
Min Read

Ekonesia – Di tengah turbulensi ekonomi global yang penuh ketidakpastian Indonesia menunjukkan ketangguhan luar biasa. Fondasi ekonomi domestik yang kokoh terutama ditopang oleh daya beli masyarakat menjadi kunci utama yang menyelamatkan negeri ini dari guncangan dunia. Destry Damayanti Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia menegaskan bahwa kekuatan konsumsi rumah tangga adalah aset berharga yang membuat Indonesia mampu berdiri tegak saat banyak negara lain masih berjuang.

Data pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 menjadi bukti nyata. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia melesat 5,61 persen sebuah angka impresif yang jauh di atas rata-rata global. Kontribusi terbesar datang dari konsumsi masyarakat yang tumbuh 5,52 persen dan menyumbang lebih dari separuh PDB yaitu 54,36 persen. Angka ini bukan sekadar statistik melainkan cerminan dari vitalitas ekonomi yang terus berdenyut berkat aktivitas belanja masyarakat.

Ekonomi RI Kebal Krisis Dunia Ini Rahasianya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Ketahanan konsumsi ini juga menjadi magnet bagi para investor. Meskipun dunia dilanda konflik dan ketidakpastian seperti penutupan Selat Hormuz akibat perang di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak mentah hingga menembus 100 dolar AS per barel Indonesia tetap menjadi tujuan menarik. Potensi inflasi global yang membayangi tidak menyurutkan minat penanam modal berkat pasar domestik yang stabil dan menjanjikan.

Bank Indonesia tidak tinggal diam menghadapi ancaman eksternal. Destry menjelaskan bahwa berbagai langkah strategis telah diambil untuk menjaga stabilitas eksternal dan melindungi motor penggerak pertumbuhan domestik. Salah satunya adalah penyesuaian suku bunga acuan BI Rate. Kebijakan moneter ini bertujuan untuk menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan mengantisipasi tekanan inflasi di masa mendatang.

Tanpa langkah antisipasi yang cermat guncangan dari luar bisa berdampak serius pada kemampuan konsumsi masyarakat. Penurunan ekspor dan pelemahan nilai tukar rupiah adalah ancaman nyata yang harus diwaspadai. Oleh karena itu kenaikan suku bunga merupakan tindakan proaktif untuk menjaga daya tahan ekonomi sekaligus memastikan inflasi tetap terkendali demi kesejahteraan masyarakat.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post