Haji Isam Bikin Heboh Bursa Harga Murah

Agus Riyadi

13 Oktober 2026

2
Min Read

Ekonesia – Dunia pasar modal Indonesia kembali dihebohkan oleh sebuah transaksi jumbo yang melibatkan dua konglomerat besar. Entitas bisnis milik pengusaha batu bara terkemuka Haji Isam, PT Jhonlin Baratama, secara resmi menuntaskan akuisisi signifikan atas saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Langkah strategis ini mencaplok lebih dari 30 persen kepemilikan saham BYAN dengan harga yang mengejutkan publik.

Berdasarkan informasi yang dirilis Bursa Efek Indonesia, PT Jhonlin Baratama kini menguasai 30,25 persen dari total modal ditempatkan dan disetor BYAN. Akuisisi ini melibatkan pembelian 10.084.088.370 lembar saham dari Dato’ Low Tuck Kwong, sang pendiri sekaligus Direktur Utama BYAN, dan putrinya, Elaine Low. Yang paling menarik perhatian adalah harga kesepakatan transaksi ini yang hanya Rp 2.588 per saham, jauh di bawah harga pasar saat itu.

Haji Isam Bikin Heboh Bursa Harga Murah
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Proses pengalihan kepemilikan saham ini berlangsung secara bertahap dalam rentang waktu 14 September hingga 8 Oktober 2026, melalui tiga tahapan transaksi. Pada 6 Oktober 2026, Dato’ Low Tuck Kwong melepas 33.333.335 saham. Sehari berselang, pada 7 Oktober 2026, giliran Elaine Low yang menjual 16.666.667 saham. Di tanggal yang sama, Dato’ Low Tuck Kwong kembali melakukan penjualan saham dalam jumlah masif, yakni 10.067.421.703 lembar. Total keseluruhan saham yang berpindah tangan menurut manajemen BYAN mencapai 10.117.421.705 lembar. Meski ada sedikit perbedaan angka dengan data BEI yang mencatat 10.117.621.705 saham, manajemen tidak memberikan penjelasan rinci terkait selisih tersebut.

Menanggapi rampungnya transaksi jumbo ini, manajemen BYAN menegaskan bahwa tidak ada perubahan signifikan terhadap rencana pengembangan usaha perseroan. Perusahaan tambang batu bara ini berkomitmen untuk tetap fokus pada keberlangsungan dan ekspansi kegiatan usaha utamanya, sesuai dengan strategi dan rencana bisnis yang telah ditetapkan. Operasional anak perusahaan juga berjalan normal, dengan persetujuan perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) telah diterima dan target produksi diupayakan tercapai.

Hingga saat ini, BYAN juga memastikan belum ada perubahan terkait rencana belanja modal, investasi, ekspansi, diversifikasi usaha, maupun kerja sama strategis. Pihak manajemen secara eksplisit menyatakan bahwa belum ada pembahasan lebih lanjut antara perseroan dengan PT Jhonlin Baratama mengenai potensi sinergi di masa depan. Ini mengindikasikan bahwa akuisisi ini, untuk sementara, dipandang sebagai investasi finansial semata oleh pihak BYAN.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post