Ekonesia – Pesta juara Liga Inggris musim 2025/2026 akhirnya dirayakan Arsenal. Kepastian ini datang setelah Manchester City secara mengejutkan ditahan imbang 1-1 oleh tim kuda hitam Bournemouth di Vitality Stadium pada Rabu dini hari WIB. Hasil imbang tersebut sontak membuat asa The Citizens untuk mempertahankan gelar pupus, sekaligus mengukuhkan posisi The Gunners di puncak klasemen.
Baca juga: Bos ULTJ Borong Saham Rp1,8 Miliar
Manchester City datang ke laga krusial ini dengan beban berat, wajib meraih kemenangan demi menjaga peluang juara tetap menyala. Namun, Bournemouth sekali lagi menunjukkan karakter mereka sebagai tim yang tak gentar menghadapi raksasa. Publik tuan rumah bersorak gembira ketika Junior Kroupi berhasil membobol gawang City di menit ke-39. Erling Haaland sempat menyamakan kedudukan di menit 90+5, namun gol telat itu tak cukup menyelamatkan City dari hasil imbang yang mematikan.

Dengan selisih empat poin dari Arsenal dan hanya menyisakan satu pertandingan, pasukan Pep Guardiola harus merelakan trofi bergengsi ini jatuh ke tangan rival mereka. Kegagalan City meraih poin penuh menjadi penentu bagi Arsenal, yang kini bisa berpesta merayakan gelar juara liga yang telah lama dinanti.
Baca juga: Minyak Dunia Terkapar Ancaman Pasokan Membanjir
Di balik drama perebutan gelar, Bournemouth menjelma menjadi sorotan utama. Tim besutan Andoni Iraola ini menegaskan status mereka sebagai salah satu tim paling merepotkan di Premier League musim ini. Mereka mencatatkan 17 pertandingan tanpa kekalahan, sebuah rekor tak terkalahkan terpanjang di liga musim ini, dengan rincian delapan kemenangan dan sembilan hasil imbang. Kekalahan terakhir The Cherries terjadi pada 4 Januari lalu, saat mereka takluk 2-3 dari Arsenal.
Sejak saat itu, Bournemouth terus menghadirkan kejutan demi kejutan. Tim yang biasanya berkutat di papan tengah ini kini menjadi ancaman serius bagi klub-klub papan atas. Arsenal, Manchester United, Manchester City, Liverpool, hingga Chelsea pernah dibuat kehilangan poin oleh kegigihan mereka. Bahkan, Bournemouth berhasil menumbangkan Arsenal dan Liverpool, serta beberapa kali menahan imbang Chelsea dan Manchester United, baik saat bermain di kandang maupun tandang.
Perjalanan Bournemouth musim ini sungguh luar biasa. Sempat mengawali musim dengan performa yang kurang meyakinkan, termasuk kekalahan 2-4 dari Liverpool dan tersingkir dari Piala Liga, mereka perlahan menemukan konsistensi. Kini, mereka bahkan memiliki peluang besar untuk lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Penentuan nasib mereka akan terjadi di laga terakhir musim ini melawan Nottingham Forest. "Di awal musim, tak ada yang membayangkan ini. Sungguh menyenangkan, dan kami punya kesempatan berjuang memperebutkan Liga Champions di pertandingan terakhir, kami benar-benar pantas mendapatkannya," ungkap Andoni Iraola kepada Sky Sports. Pelatih asal Spanyol itu juga berharap bisa menutup musim dengan pencapaian bersejarah.
Transformasi Bournemouth dari tim promosi di musim 2022-2023 menjadi penantang serius di papan atas adalah bukti nyata keberanian dan strategi jitu. Manchester City hanyalah korban terbaru dari keganasan mereka musim ini, sebuah tim yang mungkin tidak memiliki skuad termahal, namun keberanian bermain melawan klub besar menjadi pembeda utama. Andoni Iraola layak mendapat pujian atas keberhasilannya membawa Bournemouth bersaing di jalur Liga Champions sambil mengukir rekor tak terkalahkan terpanjang.


Tinggalkan komentar