Ekonesia – Suasana haru menyelimuti Stadion Riyadh Air Metropolitano saat Antoine Griezmann mengucapkan salam perpisahan. Bukan dengan gemuruh gol, melainkan melalui untaian kata maaf yang tulus, bintang Prancis ini mengakhiri babak panjang kariernya bersama Atletico Madrid di hadapan ribuan penggemar setia.
Baca juga: Kemenangan Tipis Liverpool, Masalah di Lini Tengah?
Momen perpisahan itu terjadi usai laga kandang pamungkas Atletico Madrid musim ini, di mana mereka berhasil menundukkan Girona 1-0. Griezmann turut berkontribusi krusial dengan memberikan assist bagi gol semata wayang yang dicetak oleh Ademola Lookman, sebelum akhirnya berdiri di tengah lapangan untuk menyampaikan pidatonya.

Dengan suara bergetar, Griezmann memulai pidatonya dengan apresiasi mendalam kepada para suporter yang masih setia bertahan. "Terima kasih karena kalian semua masih di sini. Ini luar biasa," ujarnya. Ia kemudian dengan jujur menyinggung keputusannya yang kontroversial pada 2019, ketika ia memilih hengkang ke Barcelona, sebuah langkah yang hingga kini masih menyisakan kepedihan bagi sebagian besar pendukung Los Rojiblancos. "Saya tahu sebagian besar sudah memaafkan, dan mungkin ada yang belum, tapi saya kembali meminta maaf. Dulu saya masih sangat muda, tidak menyadari betapa besarnya cinta yang saya terima di sini. Itu adalah sebuah kekeliruan besar," aku Griezmann, matanya berkaca-kaca. Ia menambahkan bahwa kepulangannya ke Atletico adalah upaya untuk memperbaiki kesalahan dan kembali merasakan kehangatan yang pernah ia tinggalkan.
Baca juga: Bom! Barcelona Bidik 3 Striker Top Dunia!
Dalam momen penuh emosi itu, Griezmann tak lupa menyampaikan terima kasih khusus kepada Diego Simeone, pelatih yang dianggapnya telah mengubah segalanya di klub. "Kepada staf pelatih dan sosok yang telah merevolusi klub ini, Don Diego Pablo Simeone. Berkat Anda, semangat Atletico begitu membara," ucapnya penuh hormat. Griezmann bahkan mengakui Simeone sebagai mentor yang menjadikannya juara dunia dan memberinya keyakinan sebagai pemain terbaik di dunia. "Saya berutang banyak kepada Anda," tambahnya. Selain Simeone, kapten Koke Resurreccion juga mendapat pujian setinggi langit. "Saya mungkin bukan legenda, tapi Koke adalah legenda sejati klub ini," tegas Griezmann. Sentuhan personal juga terlihat saat ia berterima kasih kepada sang istri yang selalu setia mendampingi, baik di masa-masa sulit maupun saat kekalahan.
Meski merasa berat hati karena belum mampu mempersembahkan trofi La Liga atau Liga Champions, Griezmann menegaskan bahwa kasih sayang dan dukungan dari para penggemar jauh lebih berharga. "Saya memang belum bisa membawa pulang trofi liga atau Liga Champions, namun cinta yang kalian berikan ini jauh lebih berarti bagi saya," ungkapnya. Ia juga mengapresiasi keluarga dan para pendukung yang tak henti-hentinya membawa anak-anak mereka ke stadion, menanamkan nilai-nilai kecintaan terhadap Atletico sejak dini.
Total sepuluh tahun dalam dua periode berbeda telah dihabiskan Griezmann bersama Atletico Madrid. Kini, babak baru menantinya dengan rumor kuat kepindahannya ke klub MLS, Orlando City, pada bursa transfer musim panas mendatang. Perpisahan Griezmann ini menjadi bukti bahwa tak banyak pesepak bola yang berani menunjukkan kerentanan dan meminta maaf secara terbuka di hadapan publik, menjadikannya momen yang jauh lebih personal dan menyentuh hati. Hubungannya dengan suporter memang sempat retak akibat keputusannya di masa lalu, namun dengan kembali berjuang dan kini pergi dengan penuh emosi, Griezmann seolah berhasil menutup kisahnya di Madrid dengan cara yang lebih damai dan bermartabat.


Tinggalkan komentar