Ekonesia – Harapan Arsenal untuk mengakhiri puasa gelar Liga Primer sejak 2004 kini semakin nyata. Kemenangan tipis 1-0 atas Burnley pada Senin dini hari WIB membawa The Gunners selangkah lebih dekat ke tangga juara, sekaligus memindahkan seluruh tekanan ke pundak Manchester City dalam perburuan mahkota liga paling bergengsi di Inggris.
Baca juga: UMK Ubud Makin Moncer! Rahasianya?
Di hadapan pendukung setia di Emirates Stadium, Arsenal berhasil mengamankan tiga poin krusial berkat tandukan Kai Havertz. Gol semata wayang itu tercipta di babak pertama setelah penyerang asal Jerman tersebut menyambut umpan sepak pojok brilian dari Bukayo Saka. Menariknya, Havertz dipercaya tampil sebagai starter dalam formasi yang sedikit mengejutkan, menggantikan Viktor Gyokeres yang biasanya menjadi pilihan utama.

Meski kemenangan berhasil diraih, laga tersebut tidak sepenuhnya berjalan mulus bagi tim asuhan Mikel Arteta. Sebuah insiden kontroversial mewarnai babak kedua ketika Kai Havertz melakukan tekel keras terhadap gelandang Burnley, Lesley Ugochukwu. Rekaman ulang jelas menunjukkan pul sepatu penyerang The Gunners itu menghantam kaki sang gelandang dari belakang. Wasit sempat meninjau ulang kejadian tersebut melalui VAR, namun pada akhirnya hanya memberikan kartu kuning, keputusan yang memicu perdebatan sengit di lapangan.
Baca juga: Tragedi Jeddah! Garuda Muda Hancur Lebur!
Terlepas dari polemik tersebut, hasil akhir menjadi prioritas utama bagi Arsenal. Kini, tim London Utara memimpin klasemen dengan keunggulan lima poin dari Manchester City. Namun, rival terberat mereka masih memiliki satu pertandingan tunda yang belum dimainkan. Ini berarti, nasib gelar juara kini bergantung pada pertandingan Manchester City berikutnya. Jika The Citizens gagal meraih kemenangan saat menghadapi Bournemouth pada Selasa malam waktu setempat, maka gelar juara Premier League akan langsung jatuh ke tangan Arsenal, mengakhiri penantian panjang mereka.
Musim ini, Arsenal menunjukkan kematangan luar biasa dalam mengelola tekanan. Mereka mungkin tidak selalu memenangkan pertandingan dengan skor mencolok atau permainan spektakuler, namun kemampuan untuk mengamankan tripoin dalam laga-laga ketat seperti ini seringkali menjadi penentu dalam perebutan gelar. Kini, semua mata tertuju pada Manchester City dan Bournemouth. Arsenal hanya bisa berharap.


Tinggalkan komentar