Rupiah Terpuruk IHSG Malah Menggila

Agus Riyadi

2 Juli 2026

2
Min Read

Ekonesia – Pasar keuangan Indonesia menyajikan pemandangan kontras yang menarik perhatian investor pada Kamis 2 Juli 2026. Di satu sisi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampil perkasa, melonjak signifikan di awal sesi perdagangan. Namun di sisi lain, nilai tukar Rupiah justru menunjukkan tren pelemahan, bahkan nyaris menyentuh level krusial Rp 18.000 per Dolar Amerika Serikat.

Bursa saham Tanah Air menunjukkan kekuatannya. IHSG berhasil melesat 1,72 persen, menembus angka 5.792. Kenaikan ini tentu menjadi angin segar bagi para pemegang saham dan pelaku pasar yang menantikan pergerakan positif. Optimisme tampaknya menyelimuti lantai bursa, mendorong indeks acuan ini untuk terus merangkak naik.

Rupiah Terpuruk IHSG Malah Menggila
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Namun, kegembiraan di pasar saham tidak sejalan dengan performa mata uang Garuda. Rupiah terlihat loyo, terdepresiasi hingga Rp 17.985 per Dolar AS. Angka ini hanya selisih tipis dari ambang batas psikologis Rp 18.000, memicu kekhawatiran akan stabilitas nilai tukar. Pelemahan Rupiah ini tentu menjadi sorotan utama, terutama bagi sektor-sektor yang sangat bergantung pada impor atau memiliki utang dalam mata uang asing.

Situasi dualisme ini, di mana bursa saham menguat sementara mata uang domestik melemah, kerap memunculkan berbagai spekulasi dan analisis mendalam dari para pakar keuangan. Bagaimana dinamika ini akan berlanjut dan dampaknya terhadap perekonomian nasional akan menjadi fokus utama pengamatan di sesi-sesi perdagangan berikutnya. Analisis lebih lanjut mengenai gejolak pasar ini dapat disimak dalam program Profit CNBC Indonesia.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post