Ekonesia – Saat dunia diguncang ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, serta suku bunga acuan Bank Indonesia merangkak naik, sebuah peluang investasi justru semakin bersinar. Ariston Tjendra, Presiden Direktur Doo Financial Futures, menegaskan bahwa daya tarik investasi di pialang berjangka kini berada di puncaknya.
Baca juga: BTN Siaga! Jurus Ampuh Lawan Serangan Siber
Menurut Ariston, perdagangan berjangka menawarkan fleksibilitas tiada tara. Investor memiliki keleluasaan untuk melakukan aksi jual maupun beli di awal transaksi. Fluktuasi harga yang tajam, imbas dari ketidakpastian global, justru menjadi ladang subur bagi investor cerdas untuk memanen cuan dari selisih harga.

Data dari Doo Financial Futures menunjukkan dominasi emas yang tak tergoyahkan, menguasai hingga 80% dari total perdagangan bursa berjangka. Dari kancah domestik, kehadiran Undang-Undang P2SK yang menempatkan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Bappebti sebagai pilar pengawasan, diharapkan mampu memperkokoh tata kelola serta menumbuhkan keyakinan investor terhadap pasar berjangka.
Baca juga: Chery Gempur Pasar Mesir! 5 Mobil Baru Meluncur!
Namun, pertanyaan besar muncul: bagaimana implikasi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran terhadap dinamika perdagangan berjangka? Dan bagaimana pula prospek investasi di tengah badai gejolak global yang tak kunjung reda? Seluruh pertanyaan krusial ini dibahas tuntas dalam sebuah dialog mendalam antara Shania Alatas dan Ariston Tjendra di program Power Lunch CNBC Indonesia.






Tinggalkan komentar