AHY Ungkap Dana Raksasa Siap Gebrak Proyek Mega

Agus Riyadi

16 Juni 2026

2
Min Read

Ekonesia – Sebuah terobosan signifikan dalam pembiayaan proyek jangka panjang nasional baru saja lahir. Danantara Development Management Fund (DDMF) resmi dibentuk, siap menjadi tulang punggung pendanaan berbagai inisiatif strategis, termasuk pembangunan infrastruktur vital di seluruh pelosok negeri. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyambut positif kehadiran entitas baru ini, melihatnya sebagai pelengkap krusial bagi ekosistem investasi Danantara.

AHY menjelaskan bahwa DDMF akan berfokus pada proyek-proyek berdurasi panjang dan memiliki dampak strategis bagi pembangunan nasional, berbeda dengan Danantara Investment Management (DIM) yang lebih condong ke investasi umum. "Sebagai Menko Infrastruktur, saya akan lebih banyak berinteraksi dengan DDMF. Ini karena salah satu pilar utama DDMF adalah pembangunan nasional dan infrastruktur esensial, yang tentu saja selaras dengan prioritas kerja pemerintah," ujar AHY kepada awak media di Wisma Danantara, Jakarta, Senin (15/6/2026).

AHY Ungkap Dana Raksasa Siap Gebrak Proyek Mega
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kepemimpinan DDMF akan dipercayakan kepada Chief Technology Officer Danantara, Sigit Santosa, yang dikenal sebagai mantan Direktur Utama PT Pindad (Persero). Di antara deretan proyek ambisius yang akan disokong, pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa menjadi perhatian utama. AHY menegaskan urgensi proyek ini untuk melindungi wilayah-wilayah yang rentan terhadap penurunan muka tanah dan ancaman kenaikan permukaan air laut. Kawasan seperti Teluk Jakarta, serta Semarang, Kendal, dan Demak di Jawa Tengah, sangat membutuhkan intervensi infrastruktur kolosal ini untuk mengatasi fenomena land subsidence dan banjir rob yang terus berulang.

Selain itu, pemerintah juga bertekad mengakselerasi pengembangan sektor perkeretaapian di berbagai penjuru Indonesia. Langkah ini mencakup reaktivasi jalur-jalur lama, modernisasi jaringan eksisting, hingga pembangunan rel-rel baru. AHY menyebut, ekspansi jaringan kereta api tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa, melainkan juga merambah proyek Trans Sumatra, Trans Kalimantan, dan Trans Sulawesi. Infrastruktur ini diharapkan mampu mengoptimalkan transportasi penumpang sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi logistik, khususnya di daerah-daerah penghasil komoditas tambang besar. Penguatan jaringan logistik berbasis kereta api diyakini akan mendongkrak produktivitas dan nilai ekonomi sektor pertambangan di berbagai wilayah.

Di sektor perumahan, AHY juga mendorong partisipasi aktif Danantara dalam mencapai target pembangunan tiga juta rumah. Ia berharap DDMF dapat merumuskan skema pembiayaan yang berkelanjutan, sehingga masyarakat berpenghasilan rendah bisa memiliki akses lebih luas terhadap hunian layak dengan harga yang terjangkau. Tak hanya itu, AHY juga menyoroti kebutuhan investasi untuk pengelolaan sumber daya air dan berbagai infrastruktur dasar lainnya yang esensial bagi kemajuan bangsa.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post