Messi Ukir Sejarah Argentina Ujian Berat

El-Shinta

16 Juni 2026

4
Min Read

Ekonesia – Panggung akbar Piala Dunia 2026 kembali menyala, dan sang juara bertahan Argentina siap mengawali perjalanan mempertahankan takhta. Namun, tantangan pertama mereka tidaklah mudah, yakni menghadapi Aljazair yang datang dengan performa sangat menjanjikan. Laga pembuka Grup J ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan arena di mana Lionel Messi berpotensi mengukir rekor dunia yang belum pernah tersentuh.

Kapten legendaris, Lionel Messi, sekali lagi menjadi sorotan utama. Jika ia tampil dalam pertandingan kontra Aljazair pada Rabu malam waktu setempat atau Kamis dini hari WIB, Messi akan mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai pemain pertama yang berlaga di enam edisi Piala Dunia berbeda. Sebuah pencapaian monumental bagi pesepak bola berusia 38 tahun yang terus menunjukkan magisnya. Momen bersejarah ini datang saat La Albiceleste memulai misi besar untuk kembali mengangkat trofi yang mereka rebut dari Prancis pada final Piala Dunia 2022.

Messi Ukir Sejarah Argentina Ujian Berat
Gambar Istimewa : gilabola.com

Meski usia tak lagi muda, peran Messi dalam skuad Argentina tetap vital. Pemilik 13 gol dan delapan assist di ajang Piala Dunia ini baru saja membuktikan ketajamannya dengan mencetak gol penalti dalam kemenangan 3-0 Argentina atas Islandia di laga uji coba. Namun, pelatih Lionel Scaloni tidak hanya menggantungkan harapan pada satu bintang. Argentina tiba di turnamen ini dengan amunisi lini depan yang melimpah, termasuk Julián Alvarez dan Lautaro Martínez, yang masing-masing menyumbangkan empat gol selama kualifikasi zona CONMEBOL.

Di sektor lain, kekuatan Argentina semakin lengkap dengan kehadiran Nico Paz, Enzo Fernández, dan Giuliano Simeone, yang menambah variasi serangan. Kombinasi kreativitas dan ketajaman ini menempatkan mereka kembali sebagai salah satu kandidat kuat juara. Opta bahkan menempatkan Argentina sebagai unggulan keempat dengan probabilitas juara 9,8 persen, hanya kalah dari Spanyol, Prancis, dan Inggris. Ambisi mereka pun melampaui fase grup; Argentina bertekad menjadi tim ketiga dalam sejarah yang mampu mempertahankan gelar juara dunia secara beruntun, menyusul Italia dan Brasil.

Namun, menganggap remeh Aljazair adalah kesalahan besar. Tim asuhan Vladimir Petkovic ini menunjukkan performa impresif sepanjang kualifikasi zona Afrika, mencetak 24 gol dalam 10 pertandingan dan hanya kalah produktivitas dari Pantai Gading. Mesin gol utama mereka adalah Mohamed Amoura, penyerang Wolfsburg yang mengoleksi 10 gol dalam 10 laga kualifikasi, menjadikannya top skor. Kontribusinya sangat dominan, terlibat langsung dalam 58 persen gol Aljazair selama kualifikasi, termasuk empat assist.

Selain Amoura, Aljazair juga memiliki sejumlah pemain yang siap menciptakan ancaman. Riyad Mahrez masih menjadi figur sentral dengan pengalaman dan kualitas kaki kirinya yang mematikan. Ada pula Ibrahim Maza, pemain muda yang digadang-gadang akan mencuri perhatian, serta Amine Gouiri yang datang dengan modal empat gol dalam empat penampilan internasional terakhirnya.

Secara rekor pertemuan, Argentina jauh lebih unggul. Ini akan menjadi duel perdana kedua tim di Piala Dunia. Satu-satunya pertemuan sebelumnya terjadi pada laga persahabatan Juni 2007, di mana Argentina menang 4-3 dan Messi mencetak dua gol pertamanya untuk tim senior. Dari sisi pengalaman di Piala Dunia, Argentina jelas berada di level berbeda. La Albiceleste telah lolos ke putaran final untuk ke-14 kalinya secara beruntun dan berhasil melewati fase grup dalam 13 dari 14 penampilan terakhir mereka. Sebaliknya, Aljazair baru kembali tampil di Piala Dunia setelah absen sejak 2014, dengan hanya sekali lolos dari fase grup dalam empat partisipasi sebelumnya.

Meskipun demikian, Argentina harus tetap waspada. Aljazair memiliki kualitas untuk mencetak gol dan berpotensi memberikan perlawanan yang lebih sengit dari perkiraan. Pertahanan Argentina sendiri berada dalam kondisi prima, hanya kebobolan satu gol dalam tujuh pertandingan terakhir menjelang turnamen. Dengan materi pemain yang lebih lengkap dan pengalaman yang jauh lebih matang, Argentina tetap layak difavoritkan untuk membuka turnamen dengan kemenangan. Prediksi skor: Argentina 3-1 Aljazair.

Menurut pandangan ekonosia.com, Argentina memang unggul di hampir semua lini, namun pertandingan ini kemungkinan tidak akan berjalan semudah yang dibayangkan. Aljazair memiliki cukup banyak pemain kreatif yang bisa memanfaatkan celah ketika Argentina terlalu fokus menyerang. Faktor Messi tetap menjadi pembeda terbesar. Namun, yang menarik untuk dicermati adalah bagaimana Scaloni mengelola menit bermain sang kapten sepanjang turnamen. Jika Argentina mampu meraih kemenangan tanpa terlalu bergantung pada Messi sejak fase grup, peluang mereka untuk mempertahankan gelar akan semakin terbuka lebar. Dapatkan berita terkini dengan ulasan mendalam, serta kabar terbaru dari dunia sepak bola hanya di ekonosia.com.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post