SR025 Pecah Rekor Wanita Jadi Raja Investor

Agus Riyadi

22 September 2026

3
Min Read

Ekonesia – Investor perempuan di Indonesia kembali menunjukkan taringnya di pasar modal. Mereka secara mengejutkan mendominasi penyerapan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel seri SR025, mencetak rekor baru dalam sejarah penjualan instrumen investasi syariah pemerintah. Fenomena ini mengukuhkan peran strategis kaum hawa dalam mendukung pembiayaan negara sekaligus memperkuat inklusi keuangan domestik.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Suminto, mengumumkan hasil penjualan sukuk ritel yang berlangsung dari 21 Agustus hingga 16 September 2026. Penetapan resmi pada Senin, 21 September 2026, mengungkap angka fantastis: 93.548 investor turut serta, jumlah tertinggi yang pernah tercatat untuk SBSN ritel. Dari total tersebut, mayoritas signifikan, yakni 56,66%, adalah investor perempuan.

SR025 Pecah Rekor Wanita Jadi Raja Investor
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Basis investor SR025 menjangkau seluruh 38 provinsi di Indonesia, dengan Gen Y atau Milenial menyumbang 49,11% dari total investor, dan yang paling mencolok adalah dominasi perempuan sebesar 56,66%. Pegawai swasta juga menunjukkan partisipasi kuat, mencapai 33,66% dari pemesan," jelas Suminto kepada media. Ia menambahkan bahwa dari puluhan ribu investor SR025, sebanyak 21.582 orang atau 23,07% merupakan investor baru di pasar Surat Berharga Negara (SBN), menandakan keberhasilan pemerintah dalam memperluas jangkauan investasi.

Secara keseluruhan, penjualan SR025 berhasil membukukan nilai Rp29,77 triliun. Angka ini terbagi menjadi dua seri: SR025T3 dengan tenor tiga tahun yang menyerap Rp24,93 triliun, dan SR025T5 dengan tenor lima tahun sebesar Rp4,83 triliun. Pencapaian ini tidak hanya mencetak rekor jumlah investor, tetapi juga volume penjualan tertinggi dalam satu dekade terakhir untuk sukuk ritel.

Pemerintah menawarkan kupon tetap yang menarik bagi investor. Untuk SR025T3, imbal hasil ditetapkan sebesar 6,80% per tahun, sementara seri SR025T5 yang memiliki tenor lebih panjang menawarkan kupon 6,90% per tahun. Pembayaran imbalan ini dilakukan secara periodik setiap tanggal 10 setiap bulan. Pembayaran kupon perdana untuk kedua seri dijadwalkan pada 10 Oktober 2026, dengan perhitungan short coupon mengingat masa penerbitan yang belum genap satu bulan. SR025T3 akan jatuh tempo pada 10 September 2029, sedangkan SR025T5 pada 10 September 2031.

Instrumen investasi ini dirancang untuk investor individu dengan skala beragam. Pemesanan minimum dimulai dari Rp1 juta dan kelipatannya. Batas maksimum pemesanan berbeda untuk setiap seri, yakni Rp5 miliar per investor untuk SR025T3 dan Rp10 miliar per investor untuk SR025T5. Skema ini sejalan dengan visi pemerintah untuk memperdalam pasar keuangan domestik dan memperluas basis investor ritel di Tanah Air.

Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia bertindak sebagai penerbit instrumen ini, dengan Barang Milik Negara (BMN) serta proyek atau kegiatan Kementerian/Lembaga yang tercantum dalam APBN 2026 sebagai aset dasar (underlying asset). Keberhasilan SR025, terutama dengan dominasi investor perempuan, menjadi bukti nyata kepercayaan publik terhadap instrumen investasi syariah yang aman dan menguntungkan.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post