Ekonesia – Suasana di markas Nottingham Forest, City Ground, kini kian memanas menyusul serangkaian hasil buruk yang menempatkan posisi pelatih Oliver Glasner di ujung tanduk. Hanya dalam lima pertandingan awal, masa depan juru taktik asal Austria itu sudah menjadi sorotan tajam, bahkan ancaman pemecatan mulai mengemuka.
Baca juga: Duel Maut Messi Salah Siapa Tersingkir
Tekanan terhadap Glasner memuncak setelah Forest takluk 0-1 dari tim promosi Coventry City. Gol tunggal Jay Dasilva pada laga tersebut bukan hanya memberikan Coventry poin perdana mereka musim ini, tetapi juga memperburuk catatan Forest yang baru mengoleksi satu kemenangan dari lima laga perdana Liga Inggris 2026-2027. Ditambah lagi, mereka juga sudah tersingkir dari Piala Liga Inggris setelah dikalahkan Leeds United.

Mick Brown, eks kepala pemandu bakat Manchester United, mengungkapkan bahwa pemilik Forest, Evangelos Marinakis, memiliki ekspektasi tinggi dan menuntut performa jauh lebih baik musim ini. Menurut Brown kepada Football Insider, Marinakis dikenal tak ragu mengambil langkah drastis ketika hasil di lapangan tidak sesuai dengan harapannya.
Baca juga: MU Butuh Gelandang Tangguh Sebelum Gaet Sesko?
Karakter Glasner yang dikenal cukup konfrontatif dan memiliki riwayat perselisihan dengan beberapa klub sebelumnya, menambah kekhawatiran akan potensi gesekan dengan Marinakis. Perpaduan dua karakter kuat ini bisa memicu ledakan jika performa Forest tak kunjung membaik.
Meskipun keputusan pemecatan mungkin tidak akan langsung diambil mengingat investasi besar dalam mendatangkan Glasner ke City Ground, namun perbaikan hasil adalah mutlak. Mantan CEO Everton, Keith Wyness, bahkan sudah mewanti-wanti sejak Juli lalu bahwa posisi Glasner bisa terancam jika awal kepemimpinannya diwarnai hasil minor.
Brown lebih lanjut menjelaskan dinamika yang berpotensi terjadi. "Semua tahu kualitas Oliver Glasner sebagai pelatih. Dia melakukan pekerjaan luar biasa di Crystal Palace dan sangat dihormati," kata Brown. "Namun, masalah di Nottingham Forest adalah dia bisa cukup konfrontatif. Dia tidak takut berbicara ketika merasa ada masalah. Mengenal pemilik Forest, hal itu takkan ditoleransi jika atau ketika terjadi."
Marinakis, lanjut Brown, punya standar ketat untuk Forest. "Dia punya tuntutan besar untuk Nottingham Forest. Dia mengharapkan mereka menang setiap pekan, dan ketika itu tidak terjadi, tekanan tak terhindarkan," tambahnya. "Jadi, atmosfer di sana sangat dinamis. Pelatih atau pemilik bisa meledak, dan Glasner bisa dipecat kapan saja jika terjadi perselisihan dan keadaan tidak membaik."
Di sisi lain, kontrak Glasner bisa menjadi faktor penting dalam skenario ini. Pelatih berusia 49 tahun itu menandatangani ikatan kerja berdurasi tiga musim di City Ground dan dilaporkan mengantongi bayaran fantastis sekitar 13 juta poundsterling per tahun, setara dengan sekitar Rp284 miliar. Angka ini menempatkannya sebagai salah satu pelatih dengan gaji tertinggi di Liga Inggris.
Wyness sebelumnya menyebut kontrak mewah tersebut sebagai semacam "jaminan finansial" bagi Glasner. Bahkan jika masa kerjanya di Forest tidak berjalan sesuai rencana, nilai kontraknya yang tinggi akan tetap menguntungkan bagi sang pelatih, memberinya proteksi finansial yang signifikan jika ia kehilangan pekerjaannya dalam waktu dekat. Marinakis memang menuntut kesuksesan, tetapi Glasner dan timnya sudah memiliki pengaman finansial yang kuat.




Tinggalkan komentar