Saham ADHI Disuspensi Bursa Ternyata Ini Penyebabnya

Agus Riyadi

25 Agustus 2026

2
Min Read

Ekonesia – Bursa Efek Indonesia BEI secara mengejutkan menghentikan sementara aktivitas perdagangan saham PT Adhi Karya Persero Tbk ADHI. Keputusan ini berlaku efektif sejak sesi pra-pembukaan pada Senin 24 Agustus 2026 hingga ada pengumuman lanjutan. Langkah tegas bursa ini dipicu oleh kegagalan perseroan dalam memenuhi kewajiban pembayaran bunga obligasi.

Manajemen ADHI melalui Sekretaris Perusahaan Siswanto menjelaskan bahwa penundaan perdagangan saham ini merupakan bagian dari mekanisme pasar modal yang berlaku. Perusahaan mengakui belum mampu melunasi pembayaran bunga Obligasi III Adhi Karya Tahap III Tahun 2022 seri B dan C senilai Rp 60,8 miliar yang jatuh tempo tepat pada 24 Agustus 2026. ADHI menyatakan menghormati keputusan BEI dan berkomitmen penuh untuk mematuhi seluruh regulasi pasar modal.

Saham ADHI Disuspensi Bursa Ternyata Ini Penyebabnya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dalam upaya penyelesaian kewajiban tersebut ADHI telah menggelar Rapat Umum Pemegang Obligasi RUPO pada 6 Agustus 2026. Agenda utama rapat adalah mengusulkan perubahan atau penundaan jadwal pembayaran bunga ke-17 18 dan 19 Obligasi Berkelanjutan III Adhi Karya Tahap III Tahun 2022. Namun karena kuorum persetujuan tidak tercapai keputusan belum dapat diambil. Oleh karena itu perseroan akan berkoordinasi dengan Wali Amanat dan para pemegang obligasi untuk mengadakan RUPO lanjutan pada 11 September 2026 demi mencari solusi terbaik.

Siswanto menambahkan bahwa ADHI akan terus menginformasikan perkembangan terkait penyelesaian kewajiban serta hal-hal material lainnya kepada publik sesuai ketentuan perundang-undangan pasar modal. Saat ini ADHI sedang menjalani proses restrukturisasi sebagai strategi kunci untuk menjaga keberlanjutan bisnis. Perusahaan juga gencar melakukan transformasi fundamental melalui program divestasi penataan keuangan peningkatan efisiensi serta langkah-langkah penyehatan finansial lainnya.

Transformasi ini diharapkan dapat memperkokoh fondasi perusahaan meningkatkan daya saing memperbaiki kualitas kinerja dan menciptakan pertumbuhan yang lebih sehat serta berkelanjutan dalam jangka panjang. Siswanto menegaskan bahwa upaya ini bukan sekadar penyesuaian terhadap kondisi terkini melainkan langkah strategis untuk membangun pijakan yang lebih kokoh menyongsong fase penyehatan perusahaan di masa depan.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post