Rahasia BI Bikin Yuan Makin Laris Manis di RI

Agus Riyadi

28 Mei 2026

2
Min Read

Ekonesia – Bank Indonesia (BI) membuat gebrakan signifikan dengan melancarkan perputaran mata uang Yuan Tiongkok di kancah transaksi domestik. Langkah strategis ini diambil menyusul lonjakan minat terhadap skema Local Currency Transaction (LCT) yang kini menjadi primadona dalam hubungan dagang Indonesia dengan berbagai negara mitra.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan data mengejutkan terkait geliat LCT antara Indonesia dan Tiongkok. Setiap bulannya, nilai transaksi LCT telah menembus angka fantastis sekitar 3,7 miliar dolar AS, setara dengan lebih dari Rp 66 triliun. Angka ini semakin mencengangkan jika melihat total akumulasi sepanjang tahun lalu yang mencapai 25 miliar dolar AS, atau sekitar Rp 446 triliun. Perry menegaskan bahwa Yuan Tiongkok kini mendominasi transaksi LCT terbesar yang dilakukan Indonesia.

Rahasia BI Bikin Yuan Makin Laris Manis di RI
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Untuk mendukung tren positif ini, BI telah memastikan bahwa seluruh bank di Tanah Air kini dilengkapi dengan fasilitas transaksi Yuan yang komprehensif. Ini bukan sekadar kemudahan biasa, melainkan pembukaan akses penuh bagi masyarakat dan pelaku usaha. Berbagai instrumen transaksi kini tersedia, mulai dari transaksi tunai atau spot, fasilitas currency swap, hingga transaksi forward yang lebih kompleks. Artinya, siapapun yang memiliki Yuan di Indonesia dapat dengan leluasa melakukan berbagai jenis transaksi perbankan.

Tak berhenti di situ BI juga memperkuat posisi Yuan melalui regulasi terbaru terkait Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA). Jika sebelumnya instrumen penempatan DHE SDA didominasi oleh dolar AS kini BI memperluas pilihan mata uang yang bisa digunakan para eksportir termasuk Yuan. Kebijakan ini juga diiringi dengan perpanjangan tenor instrumen DHE SDA hingga 12 bulan. Perry menjelaskan langkah ini bertujuan memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi eksportir dalam mengelola dan memanfaatkan devisa hasil ekspor mereka di perbankan domestik sekaligus memperkuat stabilitas ekonomi nasional.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post