Ekonesia – Gemuruh San Siro tak terbendung malam itu merayakan dua gelar domestik Inter Milan. Namun di tengah euforia pesta juara Serie A dan Coppa Italia sebuah gol telat dari Hellas Verona sedikit menorehkan noda di lembaran perayaan Nerazzurri yang megah. Skor imbang 1-1 menjadi penutup laga yang sejatinya lebih mirip festival ketimbang pertarungan sengit.
Baca juga: TotalEnergies Masuk Bobara! Lifting Migas Naik?
Sebelum peluit kick-off berbunyi stadion sudah bergelora dengan suka cita. Inter telah memastikan trofi Coppa Italia di tengah pekan dan kini giliran mahkota Serie A yang siap diangkat. Atmosfer haru juga menyelimuti penghormatan terakhir untuk legenda klub Evaristo Beccalossi yang baru saja berpulang. Para pemain Inter tampak menikmati setiap detik momen ini berbagi kebahagiaan dengan puluhan ribu tifosi setia.

Di atas lapangan Inter tetap menunjukkan dominasinya meski dengan tempo yang lebih santai. Beberapa peluang emas tercipta di babak pertama. Henrikh Mkhitaryan dan Lautaro Martinez berulang kali mengancam gawang Verona namun ketangguhan kiper Lorenzo Montipo dan penyelesaian akhir yang kurang presisi menggagalkan upaya mereka. Verona sendiri sempat memberikan kejutan lewat sepakan Kieron Bowie yang memaksa Yann Sommer bekerja keras.
Baca juga: Motor Listrik Disubsidi Kejutan Kuartal Ini
Kebuntuan akhirnya pecah sesaat setelah jeda. Sebuah sepak pojok berujung pada gol bunuh diri Andrias Edmundsson di menit ke-47 setelah sundulan Ange-Yoan Bonny membentur pemain Verona itu. San Siro meledak seolah kemenangan sudah di tangan. Lautaro Martinez nyaris menggandakan keunggulan namun tendangan menyilangnya masih bisa ditepis Montipo dengan ujung kaki.
Momen emosional lainnya terjadi saat Matteo Darmian menerima standing ovation dari seluruh penjuru stadion. Bek senior itu mengucapkan salam perpisahan setelah sembilan tahun mengabdi untuk Inter. Isu kepergian beberapa pemain lain seperti Stefan de Vrij dan Francesco Acerbi juga turut mewarnai malam yang penuh makna ini. Meski demikian fokus utama tetap pada perayaan gelar yang telah lama dinanti.
Ketika waktu normal hampir habis dan kemenangan Inter tampak di depan mata drama tak terduga muncul. Kieron Bowie berhasil lolos dari kawalan melepaskan tembakan dingin ke pojok bawah gawang Yann Sommer di menit ke-91. Gol penyama kedudukan dari Verona itu sontak membungkam sejenak riuh rendah San Siro.
Namun gol tersebut tak mampu meredam semangat perayaan yang sudah membara. Begitu peluit panjang dibunyikan trofi Serie A tetap diangkat kembang api tetap menyala dan bus parade juara telah menanti untuk membawa para pahlawan Inter berkeliling kota Milan. Verona mungkin telah menambahkan sedikit rasa pahit di akhir laga namun malam itu tetap milik Inter Milan sebuah perayaan ganda yang akan selalu dikenang.


Tinggalkan komentar