Penting 37 Saham Jumbo BEI Kini Masuk Radar

Agus Riyadi

15 Juli 2026

2
Min Read

Ekonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) baru-baru ini melakukan gebrakan signifikan dengan meninjau ulang kriteria saham yang masuk dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC). Hasil evaluasi ini mengejutkan banyak pihak karena sebanyak 37 emiten baru dipastikan akan segera bergabung dalam daftar saham yang terindikasi memiliki kepemilikan terkonsentrasi.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan bahwa pihaknya telah merampungkan evaluasi mendalam terhadap kriteria serta faktor pemicu yang selama ini digunakan untuk menentukan saham HSC. Sebagai respons atas temuan tersebut BEI merevisi metodologi HSC dengan memperkenalkan satu kriteria anyar yaitu rasio dampak harga atau price impact ratio. Kriteria ini akan diterapkan secara ketat pada seluruh saham yang memiliki kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun. Saham-saham dengan rasio dampak harga yang tinggi akan melewati proses penyaringan intensif guna mengidentifikasi potensi adanya konsentrasi kepemilikan saham yang tidak wajar.

Penting 37 Saham Jumbo BEI Kini Masuk Radar
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Rasio dampak harga sendiri dihitung dengan membandingkan pergerakan harga saham terhadap tingkat kecepatan transaksi atau velocity saham tersebut. Sementara itu velocity merupakan hasil perhitungan dari rata-rata volume transaksi dibandingkan dengan jumlah saham yang beredar di publik atau free float. Jeffrey menegaskan bahwa saham-saham dengan aktivitas volume transaksi yang rendah secara otomatis akan menghasilkan velocity yang rendah. Jika kondisi ini dibarengi dengan perubahan harga yang signifikan maka rasio dampak harga akan melonjak tinggi. "Pada saham-saham inilah kami akan melakukan screening untuk mendeteksi potensi adanya konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi" ujar Jeffrey dalam konferensi pers BEI di Jakarta.

Meskipun demikian Jeffrey memastikan bahwa faktor-faktor pemicu lain yang selama ini menjadi instrumen pengawasan BEI akan tetap diberlakukan. Pengawasan ini esensial untuk mendeteksi indikasi konsentrasi kepemilikan maupun aktivitas perdagangan yang memerlukan perhatian ekstra. Evaluasi rasio dampak harga akan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan sejalan dengan siklus evaluasi indeks utama di bursa. Sementara itu faktor pemicu dari fungsi pengawasan akan tetap berjalan secara insidental tanpa terikat pada periode evaluasi tertentu.

"Kami akan segera mengumumkan ada 37 saham baru yang masuk dalam kriteria high shareholding concentration sehingga total saham yang ada di dalam daftar ini akan mencapai 51 saham" imbuh Jeffrey. Langkah strategis ini merupakan bagian integral dari reformasi berkelanjutan yang diinisiasi oleh BEI. Tujuannya tidak lain adalah untuk mewujudkan perdagangan efek yang teratur wajar dan efisien di pasar modal Indonesia. Pengumuman resmi mengenai daftar saham terbaru yang masuk kategori HSC dijadwalkan akan disampaikan setelah penutupan perdagangan pada hari ini Selasa.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post