Ekonesia – Keputusan Radu Dragusin untuk berlabuh di Fiorentina menyita perhatian banyak pihak. Bek tangguh asal Rumania ini akhirnya membeberkan rahasia di balik transfernya yang terbilang cepat dan mulus. Ternyata, satu panggilan telepon dari sosok Fabio Paratici menjadi kunci utama yang langsung meyakinkannya meninggalkan Tottenham Hotspur.
Baca juga: Saham JELI BACH Anjlok RANS Meroket Konglomerat Serbu
Dragusin, yang diperkenalkan di Viola Park sehari setelah Arthur Atta, mengungkapkan bahwa proyek jangka panjang yang ditawarkan Fiorentina sangat menarik. "Saya memilih Fiorentina karena klub ini memiliki visi untuk terus tumbuh dan berkembang," ujar Dragusin dalam konferensi pers perdananya. Ia menambahkan, "Negosiasi dimulai dari telepon Paratici, sosok yang sudah sangat saya kenal. Kehadirannya di sini memberikan dampak yang sangat besar."

Kedekatan Dragusin dengan Paratici memang bukan hal baru. Keduanya memiliki riwayat kerja sama sejak Paratici memboyong Dragusin dari Genoa ke Tottenham pada tahun 2024. Berkat ikatan personal ini, proses pengambilan keputusan untuk menerima pinangan Fiorentina tidak memakan waktu lama. "Saat menerima telepon dari Fiorentina, kami tidak perlu berpikir panjang. Pembicaraannya pun berlangsung sangat singkat," lanjutnya.
Baca juga: Eksodus Massal di Leicester! 11 Pemain Kabur Usai Degradasi
Sebelumnya, nama Dragusin sempat dikaitkan dengan AS Roma pada bursa transfer musim dingin lalu. Namun, transfer tersebut tidak pernah terwujud. Kini, Dragusin menegaskan fokusnya sepenuhnya tertuju pada Fiorentina. Ia juga memastikan kondisinya telah pulih seratus persen setelah sempat mengalami musim yang menantang akibat cedera saat membela Tottenham. "Saya sudah pulih total dan merasa masih bisa memberikan banyak kontribusi. Tahun lalu memang berat, namun pengalaman itu justru membantu saya berkembang dalam berbagai aspek," paparnya. Meski perjalanannya di London tidak selalu mudah, Dragusin tetap menyampaikan apresiasi kepada Tottenham. "Saya ingin berterima kasih kepada Tottenham. Di sana saya melihat dunia yang berbeda dan banyak belajar."
Dragusin datang ke Fiorentina dengan skema peminjaman yang berpotensi menjadi pembelian permanen jika syarat tertentu terpenuhi. Namun, ia tak menyembunyikan hasratnya untuk menetap lebih lama. "Fakta bahwa saya berada di sini berarti hanya Fiorentina yang ada dalam benak saya saat ini. Saya ingin bertahan, meraih pencapaian besar, dan membalas kepercayaan klub," tegasnya. Ia juga mengaku senang bisa kembali bertemu Fabio Grosso, yang pernah menjadi lawannya saat Grosso melatih Frosinone. Selain itu, Dragusin terkesan dengan semangat juang para pemain Fiorentina. "Saya menemukan kelompok pemain yang memiliki rasa lapar yang luar biasa."
Keputusan Radu Dragusin memilih Fiorentina ini sekali lagi menunjukkan bahwa faktor kepercayaan dan hubungan personal dengan direktur olahraga atau pelatih masih memegang peranan krusial dalam dinamika sepak bola modern. Bagi Fiorentina, mendapatkan pemain dengan motivasi setinggi ini bisa menjadi investasi yang jauh lebih berharga daripada sekadar nama besar.
Dapatkan berita dengan ulasan mendalam, serta kabar terbaru hanya di ekonosia.com.




Tinggalkan komentar