Palmer Siap Robek Hati Mantan Klubnya

El-Shinta

16 Mei 2026

3
Min Read

Ekonesia – Wembley kembali menjadi saksi bisu pertarungan sengit di final Piala FA. Chelsea datang dengan ambisi besar memboyong trofi kesembilan mereka, namun tantangan tak ringan menanti. Manchester City, sang raksasa, tetap menjadi favorit kuat, apalagi catatan pertemuan terakhir sangat memberatkan The Blues. Meski demikian, Chelsea punya sejarah panjang dalam menumbangkan tim yang lebih diunggulkan, dan mereka siap mengulang kejutan.

Tumpuan harapan utama Chelsea kini berada di pundak Cole Palmer. Pemain jebolan akademi Manchester City ini memiliki memori manis di Wembley. Tahun lalu, ia sempat membobol gawang Arsenal di ajang Community Shield saat masih berseragam City, meskipun timnya kalah adu penalti. Beberapa hari kemudian, Palmer kembali mengukir gol di UEFA Super Cup melawan Sevilla, yang kali itu membawa City juara lewat adu penalti. Puncak performa Palmer bersama The Blues terlihat jelas di final Piala Dunia Antarklub FIFA musim panas lalu, di mana ia mengukir dwigol cepat serta satu assist saat Chelsea unggul 3-0 atas PSG di babak pertama.

Palmer Siap Robek Hati Mantan Klubnya
Gambar Istimewa : gilabola.com

Selain Palmer, peran krusial Enzo Fernandez juga tak bisa dikesampingkan dalam perjalanan Chelsea menuju final. Gelandang asal Argentina itu mengukir gol penentu kemenangan di babak semifinal melawan Leeds United. Tak hanya itu, Enzo juga pernah menyelamatkan muka Chelsea dengan gol di menit-menit akhir saat menghadapi Manchester City di Premier League Januari lalu, sebuah laga yang menandai debut pelatih Callum McFarlane.

Namun, pekerjaan Chelsea jelas tidak ringan. Barisan pertahanan mereka akan menghadapi ujian berat dari gempuran lini serang City yang dihuni nama-nama seperti Erling Haaland, Jeremy Doku, Antoine Semenyo, dan Rayan Cherki. Keempat pemain ini secara kolektif telah menyumbangkan 69 kontribusi gol di Premier League musim ini. Pertahanan Chelsea sendiri masih menjadi titik lemah yang mengkhawatirkan, dengan telah kemasukan 49 gol di liga musim ini, angka yang lebih buruk dibandingkan delapan tim lainnya di liga.

Namun, ada angin segar dengan kembalinya Reece James dan Levi Colwill. Kembalinya dua pilar ini sangat vital, mengingat musim sebelumnya Chelsea hanya kebobolan 44 gol di liga, sebagian berkat konsistensi James dan Colwill di jantung pertahanan. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkokoh lini belakang yang rapuh.

Satu hal lain yang menghantui Chelsea adalah rekor buruk mereka melawan Manchester City. Mereka belum pernah merasakan kemenangan atas Manchester City sejak Mei 2021. Kemenangan terakhir itu terjadi di panggung termegah, final Liga Champions, saat The Blues menundukkan skuad asuhan Pep Guardiola 1-0 di Porto. Pasca pertandingan monumental itu, kedua tim telah bersua 13 kali, dan hasilnya sangat timpang: City mengklaim 11 kemenangan, sementara dua laga sisanya berakhir imbang. Pertemuan terakhir di ajang Piala FA juga menyisakan luka, di semifinal 2024, City unggul berkat gol Bernardo Silva di menit ke-84, di mana saat itu Chelsea merasa dirugikan karena klaim penalti atas dugaan handball Jack Grealish tidak digubris.

Kini, komposisi skuad Chelsea telah banyak berubah, hanya Reece James yang masih bertahan dari tim juara Liga Champions 2021. Meski demikian, Chelsea telah berulang kali membuktikan kemampuannya untuk bangkit dan meraih kemenangan meski tidak diunggulkan. Wembley kini menanti, akankah mereka mampu mengukir kisah kejutan sekali lagi.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post