Ekonesia – Antoine Semenyo menjadi sorotan utama di Stadion Wembley. Sebuah sentuhan tumit memukau pada paruh kedua pertandingan sudah cukup untuk mengantar Manchester City menundukkan Chelsea 1-0 dan merebut trofi FA Cup musim ini, Sabtu malam WIB. Gol tunggal Semenyo memecah kebuntuan dalam laga yang berlangsung sengit dan penuh drama.
Baca juga: Menteri Ditolak Istana Gara Gara Kijang Tua
Kemenangan ini memastikan pasukan Pep Guardiola mengoleksi gelar domestik kedua mereka, setelah sebelumnya sukses mengangkat trofi Carabao Cup. Kini, seluruh fokus City beralih ke perburuan gelar Premier League, di mana mereka masih berjarak dua poin dari Arsenal dengan dua pertandingan tersisa. Asa untuk meraih treble winner domestik pun tetap menyala.

Dominasi Awal City dan Peluang Terbuang
Baca juga: Rahasia Laba Bank Mandiri Tembus Rp13,2 Triliun!
Manchester City langsung tancap gas sejak peluit awal dibunyikan, menguasai penuh jalannya pertandingan. Chelsea kesulitan keluar dari tekanan di awal babak pertama. Peluang pertama hadir pada menit ketujuh ketika Semenyo merangsek ke kotak penalti dan melepaskan tembakan yang berhasil diblok. Bola liar jatuh ke kaki Omar Marmoush, namun penyelesaiannya kurang sempurna dan mudah diamankan oleh Robert Sanchez.
Delapan menit berselang, City kembali mengancam. Umpan silang mendatar dari Semenyo melintas di depan gawang, tetapi Erling Haaland gagal menjangkaunya di tiang jauh. Chelsea baru mulai berani menyerang setelah menit ke-20. Marc Cucurella sempat mendapatkan ruang di sisi kiri, sementara Joao Pedro beberapa kali mencoba menerobos pertahanan City, meski peluang bersih tetap minim.
Gol Haaland Dianulir dan Kebuntuan Babak Pertama
Wembley sempat bergemuruh pada menit ke-27 saat Haaland berhasil menyarangkan bola dari jarak dekat. Namun, selebrasi striker Norwegia itu langsung terhenti setelah hakim garis mengangkat bendera pertanda offside. Tayangan ulang menunjukkan Matheus Nunes lebih dulu berada dalam posisi tidak sah saat menerima umpan dari Rodri sebelum memberikan assist kepada Haaland.
City terus berupaya mencari celah, namun Chelsea perlahan mulai nyaman dengan ritme pertandingan. Robert Sanchez juga tampil sigap dengan menepis tembakan keras Haaland menjelang turun minum. Skor 0-0 bertahan hingga jeda babak pertama.
Sontekan Tumit Semenyo Pecah Kebuntuan
Pep Guardiola melakukan perubahan taktik setelah jeda, memasukkan Rayan Cherki. Pergantian itu langsung memberikan warna berbeda pada serangan City. Semenyo sebenarnya sempat menyia-nyiakan kesempatan emas pada menit ke-48 saat sundulannya melayang di atas mistar gawang, padahal ia berdiri bebas di depan gawang.
Chelsea kemudian beberapa kali meminta penalti. Joao Pedro dan Jorrel Hato sempat tersungkur di kotak penalti dalam duel dengan pemain City, namun VAR tidak mengubah keputusan wasit.
Momen krusial akhirnya tiba pada menit ke-71. Haaland bergerak lincah di sisi kiri kotak penalti sebelum mengirim umpan tarik mendatar ke depan gawang. Semenyo menyambutnya dengan sontekan tumit indah yang membuat bola meluncur mulus ke gawang Chelsea. Gol spektakuler itu langsung disambut gemuruh selebrasi pendukung City.
Chelsea mencoba merespons cepat. Enzo Fernandez memperoleh peluang emas tiga menit kemudian, tetapi sontekannya melambung di atas mistar. Tekanan The Blues meningkat di 10 menit akhir, namun City justru beberapa kali nyaris menggandakan skor melalui Matheus Nunes dan Cherki. Peluang terakhir Chelsea hadir pada injury time saat Liam Delap menyambut umpan silang Malo Gusto dengan sundulan, namun bola melenceng tipis dari sasaran.
Tak lama kemudian, peluit panjang berbunyi. Manchester City resmi membawa pulang trofi FA Cup, menjaga asa mereka untuk meraih treble winner domestik musim ini. Ikuti berita olahraga terkini hanya di Ekonesia.com.




Tinggalkan komentar