Ekonesia – AC Milan menelan pil pahit kala bertandang ke markas Sassuolo dalam lanjutan Serie A. Rossoneri harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 0-2, sebuah hasil yang bukan hanya menggagalkan ambisi mereka menyamai poin Napoli di posisi kedua, tetapi juga diwarnai insiden kartu merah Fikayo Tomori yang mengubah jalannya pertandingan secara drastis. Kekalahan ini membuat posisi Milan di zona Liga Champions kini terancam serius.
Baca juga: OJK Mundur Siapa Penyelamat Asuransi Anda
Pertandingan baru berjalan kurang dari lima menit, Sassuolo langsung menggebrak. Domenico Berardi, yang kembali bermain setelah larangan dua pertandingan, sekali lagi menunjukkan ketajamannya saat menghadapi Milan. Setelah merebut bola di lini tengah, Thorstvedt mengalirkan serangan ke sisi kanan, dan Berardi dengan dingin melepaskan tembakan melengkung ke sudut bawah gawang Mike Maignan, membuka keunggulan untuk tuan rumah. Ini adalah gol ke-12 Berardi sepanjang kariernya melawan Milan, membuktikan ia adalah momok menakutkan bagi Rossoneri.

Milan sebenarnya memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan. Rafael Leao sempat berhadapan langsung dengan kiper lawan setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang, namun tembakannya melebar. Penjaga gawang Milan, Mike Maignan, juga sempat melakukan penyelamatan krusial untuk menggagalkan serangan balik berbahaya dari M’Bala Nzola. Namun, nasib buruk mulai menghampiri Milan.
Baca juga: Libur Sekolah Makin Hemat! Diskon Transportasi Diperpanjang?
Petaka benar-benar datang ketika Fikayo Tomori melakukan pelanggaran terhadap Armand Laurienté dalam skema serangan balik cepat. Wasit tanpa ragu mengeluarkan kartu kuning kedua, yang berarti Tomori harus meninggalkan lapangan. Milan pun terpaksa bermain dengan sepuluh pemain selama lebih dari satu jam, sebuah kondisi yang sangat merugikan.
Memasuki babak kedua, Sassuolo tidak menyia-nyiakan keunggulan jumlah pemain. Hanya sekitar satu setengah menit setelah peluit dibunyikan, Armand Laurienté menggandakan keunggulan tuan rumah. Berawal dari kerja sama apik dengan Thorstvedt, Laurienté melepaskan tembakan keras yang bersarang di sudut bawah gawang Milan, membuat Rossoneri semakin terpuruk.
Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Milan. Selain terancam digeser Juventus yang berpotensi menyamai poin mereka jika meraih kemenangan, catatan buruk Milan juga semakin panjang. Mereka tercatat gagal mencetak gol dalam lima dari tujuh pertandingan terakhir, menunjukkan adanya masalah serius di lini serang.


Tinggalkan komentar