Bank Ganesha Siap Lompat Kelas Ikuti Mandat OJK

Agus Riyadi

2 Juni 2026

3
Min Read

Ekonesia – Otoritas Jasa Keuangan OJK secara tegas mendorong bank-bank kategori KBMI I untuk segera meningkatkan kelasnya. Imbauan ini menjadi sorotan utama di sektor perbankan nasional. PT Bank Ganesha Tbk BGTG yang termasuk dalam kategori bank bermodal inti Rp3 triliun hingga Rp6 triliun menyatakan kesiapannya untuk merespons arahan tersebut.

Komisaris Bank Ganesha Lisawati saat ditemui di Perbanas Institute Selasa 2 Juni 2026 tidak banyak berkomentar mengenai detail rencana peningkatan kelas ini. Namun ia menegaskan bahwa perseroan akan patuh pada setiap ketentuan yang dikeluarkan regulator. Lisawati menyerahkan sepenuhnya strategi dan implementasi kenaikan kelas kepada direktur utama atau CEO bank. Ia juga tidak menetapkan target waktu spesifik kapan Bank Ganesha akan melangkah ke KBMI II. "Jelaslah pasti Ketentuannya pasti diikutin Tapi yang jawab baru CEO-nya Jangan saya" ujar Lisawati sembari tersenyum.

Bank Ganesha Siap Lompat Kelas Ikuti Mandat OJK
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2026 modal inti Bank Ganesha tercatat sebesar Rp364 triliun. Angka ini menempatkan mereka di ambang batas bawah kategori KBMI II yang dimulai dari Rp6 triliun.

Bank Ganesha sendiri baru saja merampungkan restrukturisasi kepengurusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan RUPST pada Selasa 26 Mei 2026. Rapat tersebut mengesahkan pengangkatan Trisna Chandra dan Shirley sebagai direktur serta Faisal Dharma Setiawan sebagai komisaris independen. Selain itu para pemegang saham memutuskan untuk tidak membagikan dividen tahun ini. Laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp22709 miliar dialokasikan Rp1 miliar untuk dana cadangan wajib dan sisanya sebagai laba ditahan. Langkah ini diambil untuk memperkuat struktur permodalan perseroan.

Terpisah Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menjelaskan bahwa penguatan bank-bank KBMI I merupakan bagian integral dari agenda strategis nasional. Tujuannya adalah memperkokoh struktur dan ketahanan perbankan serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dian menekankan pentingnya langkah ini mengingat pesatnya perkembangan teknologi informasi akselerasi digitalisasi perbankan ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya risiko serangan siber.

OJK menilai bahwa bank-bank KBMI I masih memiliki ruang luas untuk memperkuat permodalan dan memperbesar skala usaha. Penguatan ini dapat dilakukan baik secara organik melalui pertumbuhan internal maupun anorganik melalui akuisisi atau konsolidasi. Dian mengungkapkan bahwa OJK telah menyampaikan imbauan penguatan fundamental dan konsolidasi kepada bank-bank mini sejak akhir Oktober 2025.

Setiap bank KBMI I diimbau untuk melakukan evaluasi komprehensif dan berkelanjutan terhadap kinerja bisnis permodalan kualitas aset tata kelola model bisnis dan prospek jangka panjang. Identifikasi opsi penguatan modal dan peluang konsolidasi yang sesuai dengan karakteristik masing-masing bank menjadi krusial. Dian bahkan tidak menutup kemungkinan aksi merger bagi bank-bank mini yang menunjukkan stagnasi kinerja. Namun ia menambahkan bahwa langkah ini memerlukan visi jangka panjang yang kuat dari para pemegang saham pengendali.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post