Ekonesia – Stadion Los Angeles menjadi saksi bisu drama sepak bola paling mendebarkan di Piala Dunia 2026. Ketika peluit panjang seolah sudah di depan mata dan hasil imbang tanpa gol membayangi, Stephen Eustaquio muncul sebagai pahlawan tak terduga. Gol tunggalnya di menit 90+2 sukses mengantarkan Kanada meraih kemenangan tipis 1-0 atas Afrika Selatan, sekaligus memulangkan tim berjuluk Bafana Bafana dari turnamen akbar ini.
Baca juga: Terungkap Pesan Tegas Prabowo Untuk Bursa RI
Sejak awal laga, Kanada sebenarnya sudah berulang kali menebar ancaman ke gawang lawan. Penyerang lincah Tani Oluwaseyi beberapa kali menciptakan peluang berbahaya, termasuk tembakan keras pada menit ke-35 yang masih mampu diredam dengan sigap oleh kiper Ronwen Williams. Sebelum jeda, Derek Cornelius dan Tajon Buchanan juga memiliki kesempatan emas untuk memecah kebuntuan, namun penyelesaian akhir mereka belum menemui sasaran, membuat skor tetap kacamata saat turun minum.

Memasuki paruh kedua, tekanan dari skuad Kanada tak mengendur. Tani Oluwaseyi kembali menyia-nyiakan peluang besar di menit ke-65. Tak lama berselang, Jonathan David melihat sepakan kerasnya dari dalam kotak penalti dimentahkan oleh penyelamatan luar biasa Ronwen Williams pada menit ke-78. Penjaga gawang Afrika Selatan itu memang tampil heroik sepanjang pertandingan, tercatat melakukan lima penyelamatan krusial, jumlah terbanyaknya dalam satu laga di Piala Dunia 2026.
Baca juga: Keladi Unggul Papua: Atasi Krisis Pangan?
Meski demikian, dominasi penguasaan bola justru menjadi milik Afrika Selatan. Dalam beberapa periode, mereka mampu mencatatkan persentase penguasaan bola di atas 60 persen. Namun, dominasi tersebut sayangnya tidak diimbangi dengan ketajaman di lini serang. Beberapa percobaan dari Teboho Mokoena, Oswin Appollis, hingga Thalente Mbatha gagal menguji ketangguhan kiper Maxime Crépeau.
Di tengah kebuntuan yang melanda, momen magis akhirnya tercipta di masa injury time. Stephen Eustaquio melepaskan tembakan jarak jauh yang tak terduga pada menit 90+2. Bola melesat deras melewati jangkauan Ronwen Williams dan bersarang indah di gawang, memicu ledakan kegembiraan di kubu Kanada. Gol perdana Eustaquio di Piala Dunia 2026 ini menjadi penentu tiga poin krusial bagi timnya.
Menjelang akhir pertandingan, Kanada berjuang mati-matian mempertahankan keunggulan tipis mereka dari gempuran terakhir Afrika Selatan. Namun, upaya tim dari Benua Hitam itu tak mampu menghasilkan gol balasan hingga peluit panjang dibunyikan. Menariknya, Kanada hanya melepaskan 12 tembakan sepanjang laga, jumlah percobaan paling sedikit mereka di Piala Dunia 2026. Namun, satu di antaranya sudah cukup untuk mengamankan kemenangan dramatis. Ini membuktikan bahwa efektivitas seringkali lebih berharga daripada sekadar dominasi penguasaan bola.
Dapatkan ulasan mendalam, analisis tajam, dan kabar terbaru dari jagat sepak bola hanya di ekonosia.com.


Tinggalkan komentar