Ekonesia – Industri makanan dan minuman dihadapkan pada situasi sulit. PT Gunanusa Eramandiri Tbk (GUNA), salah satu pemain utama, merasakan langsung dampak kenaikan drastis harga plastik, mencapai 70 hingga 100 persen. Konflik di Timur Tengah disebut-sebut sebagai pemicu utama lonjakan ini, yang secara otomatis membebani biaya produksi dan mengikis margin keuntungan. Tak hanya itu, daya beli masyarakat yang melemah turut menjadi batu sandungan, meskipun sektor olahan pangan relatif lebih tangguh dibanding lainnya.
Baca juga: RAPBN 2026: Prabowo Prioritaskan Apa?
Menghadapi gempuran tantangan tersebut, Presiden Direktur Gunanusa Eramandiri Ivan Cokro Saputra menegaskan pentingnya efisiensi sebagai fondasi utama. Ia membeberkan sejumlah jurus jitu, mulai dari pengembangan sistem otomatisasi hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk menekan biaya operasional. Lebih jauh GUNA tak gentar untuk melirik pasar internasional. Strategi ekspansi agresif ke negara-negara ASEAN dan Tiongkok menjadi andalan untuk menjaga pertumbuhan bisnis di tengah gejolak ekonomi domestik.

Paparan lengkap mengenai visi dan strategi GUNA ini disampaikan langsung oleh Ivan Cokro Saputra dalam sebuah dialog eksklusif di program Squawk Box CNBC Indonesia pada Selasa 5 Mei 2026.
Baca juga: PSIM Bangkit Dramatis Bali United Tercengang


Tinggalkan komentar