Duit di Rekening Terkuras Habis Awas Modus Baru Maling M-Banking

Agus Riyadi

25 Juli 2026

3
Min Read

Ekonesia – Kemudahan transaksi perbankan digital melalui aplikasi mobile banking atau m-banking telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Namun, di balik segala kepraktisannya, ancaman kejahatan siber yang mengintai saldo rekening Anda semakin nyata. Para penjahat digital terus berinovasi, menciptakan modus-modus baru yang siap menguras habis tabungan jika pengguna lengah dalam menjaga keamanan akun.

Modus operandi para pelaku kejahatan ini semakin canggih dan beragam. Mereka tak segan mencuri data pribadi, menyebarkan perangkat lunak berbahaya (malware) yang mampu merekam aktivitas ponsel, hingga melancarkan serangan phishing. Tujuan utamanya satu: mendapatkan informasi krusial seperti PIN, kata sandi, atau kode verifikasi yang menjadi kunci akses ke rekening nasabah.

Duit di Rekening Terkuras Habis Awas Modus Baru Maling M-Banking
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Melihat maraknya kasus pembobolan rekening, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan proaktif dalam melindungi diri. Ada beberapa langkah penting yang bisa diterapkan agar transaksi digital tetap aman dan terhindar dari jebakan penjahat siber.

Pertama dan terpenting, jangan pernah memberitahukan kode akses atau Nomor Identifikasi Pribadi (PIN) Anda kepada siapapun, termasuk pihak yang mengaku dari bank. Hindari juga kebiasaan mencatat dan menyimpan PIN di tempat yang mudah ditemukan atau diketahui orang lain.

Selalu teliti setiap detail transaksi sebelum Anda mengonfirmasi. Pastikan semua informasi, mulai dari jumlah hingga tujuan transfer, sudah benar. Setelah melakukan transaksi, tunggulah respons atau notifikasi dari bank untuk memastikan proses berhasil. Setiap transaksi yang sukses akan diikuti dengan pesan notifikasi melalui SMS atau email. Periksa notifikasi ini secara cermat. Jika ada transaksi yang mencurigakan dan tidak Anda lakukan, segera hubungi pusat layanan pelanggan bank Anda.

Jika Anda merasa PIN telah diketahui oleh pihak lain, jangan tunda untuk segera menggantinya. Kecepatan bertindak sangat krusial dalam situasi ini. Demikian pula, apabila kartu SIM ponsel Anda hilang, dicuri, atau berpindah tangan, segera laporkan ke cabang bank terdekat atau melalui call center bank untuk mencegah penyalahgunaan.

Berhati-hatilah terhadap aplikasi-aplikasi asing di internet, terutama yang berpotensi menjadi spam atau malware. Aplikasi semacam ini bisa mencuri data pribadi Anda dan menyalahgunakannya di kemudian hari. Hindari juga melakukan transaksi perbankan di tempat umum seperti warung internet atau menggunakan jaringan Wi-Fi publik gratis, karena data Anda sangat rentan dicuri oleh pihak tidak bertanggung jawab dalam jaringan yang sama.

Terakhir, selalu ingat untuk melakukan proses log out atau keluar dari akun internet banking setelah selesai bertransaksi. Jika Anda berganti ponsel, pastikan seluruh data pribadi dan aplikasi perbankan telah terhapus secara permanen untuk menghindari penyalahgunaan oleh pemilik ponsel berikutnya. Dengan menerapkan langkah-langkah pengamanan ini, Anda dapat meminimalkan risiko menjadi korban kejahatan siber dan menjaga keamanan dana di rekening Anda.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post