Drama UCL EPL Belum Usai Plot Twist Menanti

El-Shinta

28 April 2026

3
Min Read

Ekonesia – Persaingan menuju Liga Champions di Premier League musim ini kian membara, jauh dari kata usai meskipun posisi teratas mulai mengkristal. Sebuah skenario tak terduga berpotensi mengubah peta persaingan, memicu drama hingga pekan terakhir.

Manchester United baru-baru ini mengambil langkah signifikan, mendekatkan diri pada panggung Eropa setelah absen dua musim. Kemenangan krusial 2-1 atas Brentford membawa mereka semakin nyaman di zona Liga Champions, dengan hanya empat pertandingan tersisa. Di bawah arahan pelatih sementara, performa Setan Merah menunjukkan peningkatan drastis, kini bertengger di peringkat ketiga, membayangi dua raksasa, Manchester City dan Arsenal, yang hampir pasti mengamankan posisi mereka.

Drama UCL EPL Belum Usai Plot Twist Menanti
Gambar Istimewa : gilabola.com

Kembali ke Liga Champions adalah prioritas utama bagi United sejak awal musim. Kini, posisi mereka sangat menguntungkan. Analisis data canggih dari Opta bahkan memprediksi probabilitas mereka lolos hampir 97 persen. Selain dua tim teratas, tiga slot tersisa diperkirakan akan menjadi milik Setan Merah, Liverpool, dan Aston Villa, dengan peluang masing-masing tim di atas 97 persen untuk finis di bawah dua kandidat juara. Ketiga tim ini hanya terpaut tiga poin, sementara tim peringkat keempat dan kelima sama-sama mengoleksi 58 poin, unggul delapan angka dari pesaing di posisi keenam. Dengan hanya 12 poin maksimal yang bisa diperebutkan, perebutan lima besar memang terlihat hampir final.

Namun, di sinilah kejutan muncul. Meskipun hanya lima tim teratas yang secara otomatis lolos ke Liga Champions, ada sebuah skenario langka yang bisa membuka pintu bagi tim peringkat keenam. Jika tim yang menempati posisi kelima berhasil menjuarai Liga Europa, maka jatah Liga Champions akan meluas hingga peringkat keenam. Ini berarti, persaingan untuk posisi keenam akan menjadi sangat sengit dan krusial.

Selisih poin antara posisi keenam hingga ke-12 hanya empat angka, dengan empat laga tersisa. Posisi keenam sejatinya memberikan tiket ke Liga Europa, namun bisa berubah menjadi Liga Champions jika skenario di atas terwujud. Brighton & Hove Albion saat ini menduduki peringkat keenam berkat enam kemenangan dari delapan laga terakhir. Tim asuhan Fabian Hürzeler diprediksi memiliki peluang hampir 50 persen untuk mempertahankan posisi tersebut.

Bournemouth, yang hanya tertinggal satu poin, menunjukkan performa impresif tak terkalahkan sejak awal Januari. Namun, probabilitas mereka finis keenam hanya sedikit di atas 15 persen menurut analisis data. Sementara itu, Chelsea, yang sempat bersaing di papan atas, mengalami penurunan drastis dengan lima kekalahan beruntun tanpa gol, berujung pada pemecatan pelatih Liam Rosenior. Kini di bawah pelatih sementara Calum McFarlane, peluang mereka finis keenam hanya sekitar 13,82 persen.

Kekalahan dari Setan Merah juga memberikan pukulan telak bagi Brentford, yang kini hanya memiliki peluang sekitar 6,68 persen. Fulham menjadi satu-satunya tim lain yang masih memiliki probabilitas di atas lima persen. Dua tim lain, Everton dan Sunderland, masih menyimpan harapan tipis meskipun berada di papan bawah, dengan peluang masing-masing sekitar 3,46 persen dan sedikit di atas satu persen.

Apapun hasil akhirnya, para pendukung tentu berharap Aston Villa mampu menjuarai Liga Europa sekaligus mempertahankan posisinya di klasemen domestik. Jika skenario itu terjadi, maka perebutan posisi keenam berpotensi menjadi drama paling mendebarkan, yang akan ditentukan hingga peluit akhir musim dibunyikan.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post