Diusir China Sosok Ini Jadi Raja Perabot RI

Agus Riyadi

2 Mei 2026

3
Min Read

Ekonesia – Nama Alim Markus, nakhoda utama PT Indal Aluminium Industry Tbk INAI, sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Wajahnya kerap menghiasi layar kaca lewat iklan produk Maspion yang ikonik, lengkap dengan slogan legendarisnya "Cintailah Produk-produk Indonesia". Namun di balik kesuksesan Maspion Group yang menggurita, tersimpan kisah perjalanan hidup Alim Markus yang penuh liku dan inspiratif.

Kisah Maspion berawal dari perjalanan panjang ayah Alim Markus, Lin Xueshan, seorang perantau dari Fujian Tiongkok. Layaknya banyak imigran lain, ia menyeberangi lautan luas penuh tantangan demi mencari kehidupan yang lebih baik. Setelah berhari-hari terombang-ambing gelombang, Lin Xueshan akhirnya tiba di Surabaya, kota yang kelak menjadi saksi bisu awal mula imperium bisnisnya. Di tanah baru ini, ia dikenal sebagai Alim Husin.

Diusir China Sosok Ini Jadi Raja Perabot RI
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menurut catatan Leo Suryadinata dalam Southeast Asian Personalities of Chinese Descent: Biographical Dictionary 2012, Alim Husin adalah pendiri UD Logam Djawa, sebuah cikal bakal bisnis perkakas rumah tangga yang dirintisnya di era 1960-an. Usaha ini fokus pada pembuatan alat-alat rumah tangga sederhana seperti kompor dan ember, serta menyediakan jasa perbaikan pompa air dan lampu petromak. Di Surabaya pula, Alim Husin menikah dan dikaruniai putra sulung bernama Lin Wenguang, yang kelak dikenal sebagai Alim Markus.

Alim Markus dibekali pendidikan mumpuni oleh sang ayah, dipersiapkan untuk meneruskan estafet bisnis keluarga. Ia sempat menempuh kursus bahasa asing, melanjutkan studi di Taiwan, dan mendalami ilmu bisnis di National University of Singapore NUS. Pendidikan yang komprehensif ini berbuah manis. Pada tahun 1971, Alim Husin dan putranya mendirikan Jin Feng, yang berarti puncak emas, fokus pada bisnis alat rumah tangga. Muhammad Ma’ruf dalam 50 Great Business Ideas From Indonesia 2010 menyebut Alim Markus sebagai direktur utama. Perlahan namun pasti, Jin Feng bertransformasi menjadi Maspion.

Nama Maspion sendiri merupakan akronim dari filosofi luhur: Mengajak Anda Selalu Percaya Industri Olahan Nasional. Inilah yang menjadi dasar bagi Alim Markus dan Maspion untuk terus menggaungkan semangat "cintailah produk-produk dalam negeri". Di bawah kepemimpinan Alim Markus, Maspion menjelma menjadi raksasa dengan lebih dari 7.000 jenis produk rumah tangga. Mulai dari ember, kompor, hingga pipa, semua diproduksi Maspion dalam skala besar. Dengan minimnya persaingan saat itu, produk Maspion laris manis di pasaran.

Maspion tak hanya berjaya di pasar domestik. Perusahaan ini membuktikan bahwa produk dalam negeri mampu bersaing di kancah global. Produk-produk Maspion telah menembus pasar internasional, menjangkau Amerika Serikat, Jepang, Australia, Eropa, hingga Timur Tengah. Bahkan pada tahun 1995, Maspion berhasil meraup laba fantastis hingga 100 juta dolar AS dari perdagangan ekspor, dan berani membuka cabang di Kanada. Ekspansi bisnisnya juga merambah sektor perbankan dengan mendirikan Bank Maspion pada tahun 1989.

Berkat dominasinya di industri perkakas rumah tangga, Alim Markus kini masuk jajaran konglomerat papan atas Indonesia. Kekayaan bersihnya ditaksir mencapai 500 juta dolar AS atau setara Rp7,4 triliun. Maspion Group sendiri kini menaungi beragam anak usaha, termasuk PT Bank Maspion Indonesia Tbk BMAS, PT Indalex, PT Indal Aluminium Industry Tbk INAI, PT Indal Gypsum Industry, PT Furukawa Indal Aluminium, PT Weilburger Coatings Indonesia, PT Cashew Grebe Indonesia, PT Indal Servis Sentra, PT Maspion Trading, PT Maxim Housewares Indonesia, Bumi Maspion, Citra Maspion Contractor, Maspion Kencana, Ishizuka Maspion Indonesia, Alaskair Maspion, dan Srithai Maspion Indonesia.

(haa/haa)

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post