Cukup Rp95 Ribu Wujudkan Rp1 Miliar Impian

Agus Riyadi

25 Mei 2026

3
Min Read

Ekonesia – Siapa sangka, impian memiliki dana Rp1 miliar di usia 55 tahun bisa terwujud hanya dengan menyisihkan uang receh setiap bulan? Sebuah strategi keuangan yang mengejutkan menunjukkan bahwa kaum muda hanya perlu mengalokasikan sekitar Rp95 ribu per bulan sejak menginjak usia 21 tahun untuk mencapai target fantastis tersebut. Ini bukan sekadar angan-angan, melainkan sebuah perhitungan yang membuka mata banyak orang.

Kebebasan finansial telah lama menjadi cita-cita utama bagi generasi muda yang mulai merancang masa depan sejak dini. Menyadari aspirasi ini, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), sebagai salah satu institusi perbankan terkemuka, menghadirkan beragam fasilitas yang dirancang khusus untuk membantu kaum milenial dan Gen Z mewujudkan tujuan finansial mereka.

Cukup Rp95 Ribu Wujudkan Rp1 Miliar Impian
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menurut Pratomo Setiaji Kendarto, Vice President Wealth Management Group Bank Mandiri, fondasi penting untuk mencapai kemerdekaan finansial adalah memiliki target keuangan yang jelas sejak awal. Pria yang akrab disapa Tomi ini menekankan bahwa setelah tujuan ditetapkan, langkah selanjutnya adalah memulai investasi sedini mungkin. Dengan begitu, dana yang ditanamkan memiliki waktu yang cukup untuk berkembang secara signifikan dalam jangka panjang.

"Jika kita berambisi memiliki Rp1 miliar dalam bentuk saham saat usia 55 tahun, cukup dengan menabung Rp95 ribu per bulan sejak usia 21 tahun. Dana ini diproyeksikan akan tumbuh sekitar 14% melalui reksa dana berbasis saham hingga mencapai Rp1 miliar," jelas Tomi dalam acara Educlass Jogja Financial Festival 2026 di Yogyakarta, Sabtu (23/5/2026). Ia menambahkan, apabila target serupa baru dimulai pada usia yang lebih lanjut, jumlah dana yang harus disisihkan setiap bulan akan jauh lebih besar. Oleh karena itu, waktu terbaik untuk berinvestasi adalah sekarang.

Selain instrumen investasi yang lebih agresif seperti saham dan reksa dana saham, Tomi juga menyebutkan pilihan yang lebih konservatif. Generasi muda dapat mempertimbangkan reksa dana pendapatan tetap yang berinvestasi pada surat utang pemerintah. Instrumen ini menawarkan risiko yang lebih rendah, meskipun potensi keuntungannya tidak setinggi investasi saham. Ia menegaskan bahwa investasi adalah kunci menuju kebebasan finansial, dengan catatan setiap individu harus menyesuaikan pilihan instrumen dengan toleransi risiko dan tujuan keuangan masing-masing.

Sementara itu, AVP Retail Deposit Product & Solution Group Bank Mandiri, Risdianto, menyoroti bahwa perjalanan menuju kemandirian finansial tidak hanya bertumpu pada investasi, tetapi juga pada kebiasaan menabung dan pengelolaan keuangan yang bijak. Hal ini menjadi krusial di tengah godaan gaya hidup konsumtif yang kian marak dan banjirnya informasi digital yang kerap menyesatkan.

Digitalisasi memang membawa kemudahan, namun di sisi lain juga memunculkan tantangan seperti paparan informasi keliru dan dorongan untuk memenuhi keinginan yang belum tentu prioritas. Menjawab kebutuhan ini, Bank Mandiri menghadirkan Livin’ by Mandiri. "Keunggulan Livin’ by Mandiri adalah solusi terpadu. Kami berupaya agar nasabah bisa melakukan segala kebutuhan keuangannya, mulai dari bangun tidur hingga kembali tidur, hanya melalui aplikasi Livin’ by Mandiri," terang Risdianto.

Berbagai kemudahan yang ditawarkan meliputi pembukaan rekening, transaksi harian, hingga fitur tarik tunai tanpa kartu fisik di ATM hanya dengan kode transaksi. Lebih dari itu, Livin’ by Mandiri juga memungkinkan akses langsung ke berbagai pilihan investasi, mulai dari pembelian saham hingga reksa dana, langsung dari genggaman. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya terbiasa menabung, tetapi juga dapat segera memulai perjalanan investasi mereka untuk menggapai kebebasan finansial di masa depan.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post