Ekonesia – PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) membuat gebrakan signifikan dengan mengalihkan fokus bisnisnya ke sektor penunjang industri minyak dan gas (migas) lepas pantai. Langkah strategis ini diharapkan mampu mendongkrak kinerja perusahaan secara drastis, membuka keran pendapatan baru yang menjanjikan.
Baca juga: Gurita & Sotong Sultra Mendunia! KKP Jamin Mutu Ekspor
Suminto Husin Giman, Presiden Direktur CBRE, menegaskan komitmen perseroan untuk memperluas cakupan usaha di segmen offshore yang memiliki potensi cuan menggiurkan. Untuk mewujudkan ambisi tersebut, CBRE telah merancang serangkaian aksi korporasi penting. Salah satunya adalah penerbitan saham baru melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.

Melalui rights issue ini, CBRE berambisi meraup dana segar hingga Rp 1,91 triliun. Sebagian besar dari modal yang terkumpul rencananya akan dialokasikan untuk pengadaan armada kapal khusus penunjang kegiatan migas lepas pantai. Penambahan aset ini krusial untuk memperkuat kapabilitas CBRE dalam melayani kebutuhan industri hulu migas di laut, yang selama ini dikenal padat modal dan teknologi.
Baca juga: Slot Siapkan Kejutan Liverpool Bangkit?
Meskipun CBRE tak serta merta meninggalkan lini usaha utamanya di sektor angkutan laut untuk komoditas tambang, perseroan menargetkan porsi pendapatan dari bisnis offshore bisa mencapai 60% dari total portofolio. Ini menunjukkan pergeseran prioritas yang jelas, di mana segmen migas lepas pantai diproyeksikan menjadi tulang punggung pertumbuhan perusahaan di masa mendatang.
Strategi pengembangan bisnis CBRE ini diungkapkan langsung oleh Suminto Husin Giman dalam sebuah dialog eksklusif di program Closing Bell CNBC Indonesia. Pernyataan tersebut menggarisbawahi optimisme manajemen terhadap prospek cerah di sektor energi, khususnya di segmen pendukung operasi migas di lautan luas.


Tinggalkan komentar