Bupati Bolmut Diciduk KPK Harta Kekayaan Terkuak

Agus Riyadi

22 September 2026

2
Min Read

Ekonesia – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukkan taringnya dengan menggelar operasi tangkap tangan (OTT) yang menyasar Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Sirajudin Lasena. Penangkapan ini sontak memicu sorotan publik terhadap rekam jejak dan, yang tak kalah menarik, total harta kekayaan sang pejabat.

Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru, yang dilaporkan pada 29 Maret 2026 untuk periode 2025, Sirajudin Lasena tercatat memiliki aset bersih senilai Rp1,2 miliar. Angka ini didapatkan setelah total aset bruto sebesar Rp1,46 miliar dikurangi dengan kewajiban utang senilai Rp260,17 juta.

Bupati Bolmut Diciduk KPK Harta Kekayaan Terkuak
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Komponen terbesar dari kekayaan Sirajudin didominasi oleh aset properti, dengan total nilai fantastis Rp810 juta. Rinciannya meliputi sebidang tanah dan bangunan seluas 636 m²/128 m² di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara senilai Rp400 juta, serta properti lain seluas 150 m²/95 m² di Kota Gorontalo seharga Rp300 juta. Selain itu, terdapat pula dua bidang tanah di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, masing-masing seluas 50.000 m² senilai Rp60 juta dan 1.053 m² senilai Rp50 juta. Semua aset properti ini dilaporkan sebagai hasil perolehan pribadi.

Di samping properti, Sirajudin juga memiliki koleksi alat transportasi dan mesin dengan total nilai Rp326 juta. Aset ini mencakup sebuah sepeda gunung keluaran tahun 2020 seharga Rp1 juta dan mobil Suzuki Baleno 3K5FX (4×2) tahun 2023 senilai Rp325 juta, yang juga tercatat sebagai hasil sendiri. Kekayaannya semakin lengkap dengan harta bergerak lainnya senilai Rp202,5 juta dan kas serta setara kas sebesar Rp126,09 juta. Menariknya, tidak ada catatan surat berharga atau harta lainnya yang dilaporkan.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan, operasi ini berawal dari dugaan praktik penerimaan gratifikasi atau suap yang melibatkan pejabat negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Salah satu proyek yang diduga menjadi pemicu kasus ini adalah pembangunan infrastruktur jalan yang dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat setempat.

Dalam operasi senyap yang digelar di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta, Sulawesi Utara, dan Gorontalo, KPK berhasil mengamankan total 14 individu. Selain Bupati Sirajudin Lasena, penyidik juga turut menciduk beberapa kepala dinas serta pihak swasta yang diduga terlibat dalam pusaran kasus korupsi ini.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post