Bintang Baru Como Guncang Eropa

El-Shinta

24 September 2026

3
Min Read

Ekonesia – Kancah sepak bola Kroasia tak pernah berhenti melahirkan talenta-talenta istimewa. Jika dulu hanya beberapa nama yang mendominasi sorotan, kini kualitas pemain Kroasia tersebar luas di liga-liga top Eropa, mulai dari Serie A, Bundesliga, Premier League, hingga La Liga. Kondisi ini menjadikan skuad tim nasional Kroasia memiliki kedalaman yang sangat kompetitif di setiap turnamen. Di antara mutiara-mutiara baru tersebut, nama Martin Baturina kini menjadi buah bibir, terutama setelah performa gemilangnya bersama Como.

Baturina, seorang gelandang serang berusia 23 tahun, sebenarnya sudah lama mencuri perhatian para pengamat sepak bola Kroasia. Sejak tahun 2024, ia telah menjadi pilar penting di lini tengah Dinamo Zagreb, bahkan tampil reguler di ajang Liga Champions. Bersama Petar Sučić, ia memegang peranan vital dalam membangun serangan dan kreativitas tim. Kecakapan olah bolanya memang sudah terlihat menonjol dibandingkan rekan-rekannya.

Bintang Baru Como Guncang Eropa
Gambar Istimewa :

Namun, atensi publik yang lebih luas baru datang belakangan ini melalui dua momen krusial. Pertama, ketika Como, klubnya saat ini, berhasil menorehkan sejarah dengan lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya. Kedua, adalah saat Baturina mencetak gol penyama kedudukan yang spektakuler untuk Kroasia melawan Inggris di Piala Dunia 2026. Sebuah tembakan jarak jauh yang dilepaskannya dengan presisi tinggi berhasil menembus gawang Jordan Pickford, sontak membuat namanya melambung.

Analisis mendalam terhadap gaya bermain Baturina menunjukkan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya, serta bagaimana Cesc Fàbregas, pelatihnya di Como, mampu memaksimalkan potensi sang pemain. Posisi idealnya adalah sebagai gelandang nomor 10, otak serangan tim. Meski demikian, ia juga piawai bermain sebagai gelandang nomor 8. Belakangan, Fàbregas sering menempatkannya di sisi kiri sebagai wing-fielder, peran yang memungkinkan gelandang tengah ini bergerak lebih melebar saat tim menguasai bola.

Dengan tinggi sekitar 173 sentimeter dan kaki kanan sebagai andalan, postur rendah Baturina memberinya pusat gravitasi yang rendah, sebuah keunggulan yang cerdik ia manfaatkan dalam permainan. Kemampuan teknisnya yang luar biasa, dribel memukau, kreativitas tinggi, umpan akurat, visi bermain yang tajam, dan tembakan jarak jauh yang mematikan adalah deretan kekuatan utamanya.

Salah satu contoh kecerdasannya terlihat saat menghadapi Lazio. Baturina meminta bola dari Álex Valle, lalu menerima umpan di dalam kotak penalti. Dengan sentuhan cerdik, ia langsung memberikan umpan terobosan ke jalur pergerakan Nico Paz, menciptakan peluang emas yang berujung gol. Keputusan ini menunjukkan tingkat kreativitas yang tak terduga. Banyak pemain mungkin akan mencoba melewati bek lawan atau langsung menembak, namun Baturina memilih solusi yang lebih efektif dan mengejutkan.

Momen serupa juga terjadi saat ia mencetak gol melawan Inggris. Petar Sučić berhasil mempertahankan penguasaan bola sebelum mengirimkan umpan kepada Baturina yang bergerak menuju area di depan kotak penalti. Tanpa ragu, Baturina langsung melepaskan tembakan jarak jauh dengan sentuhan pertamanya. Bola melengkung indah melewati jangkauan Jordan Pickford, mengubah skor menjadi 1-1 dan membuktikan bahwa ia adalah ancaman nyata dari lini kedua. Martin Baturina adalah nama yang patut terus dipantau di kancah sepak bola Eropa.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post