Ekonesia – Duel sengit antara Persis Solo dan Persebaya Surabaya di Stadion Manahan pada Sabtu (9/5/2026) malam WIB berakhir tanpa pemenang. Laga lanjutan Super League 2025-2026 ini menyajikan skor kacamata 0-0, sebuah hasil yang mengejutkan mengingat tim tamu, Persebaya, datang dengan kekuatan penuh dan ambisi meraih kemenangan.
Baca juga: Liverpool Kejar 2 Bintang Transfer Kejutan?
Sejak peluit awal ditiup, Green Force langsung tancap gas. Trio penyerang mereka, Francisco Rivera, Bruno Moreira, dan Mihailo Perovic, menjadi motor serangan yang merepotkan pertahanan tuan rumah. Baru tiga menit berjalan, Perovic sudah menebar ancaman serius. Menerima umpan kombinasi apik dari Bruno, tembakan kaki kanannya sayangnya masih melenceng tipis dari gawang.

Persis Solo tak tinggal diam. Miroslav Maricic mencoba merespons dengan umpan silang yang disambut sundulan Bruno Gomes, namun bola melambung di atas mistar. Sepuluh menit pertama pertandingan berjalan hati-hati, dengan kedua tim lebih sering mengandalkan umpan panjang. Serangan Laskar Sambernyawa, julukan Persis, banyak dibangun dari sisi kanan lapangan, termasuk beberapa sepak pojok yang belum membuahkan hasil signifikan. Barisan belakang Bajul Ijo tampil solid, berhasil meredam pergerakan Bruno Gomes dan Roman Paparyha.
Baca juga: Pelatih Top Ini Jadi Incaran Utama Setan Merah
Peluang emas bagi Persebaya datang pada menit ke-25. Malik Risaldi, yang berdiri bebas tanpa kawalan setelah menerima umpan Raickovic, gagal memanfaatkan kesempatan itu. Tendangan kaki kanannya justru melambung tinggi di atas gawang. Tak lama berselang, Perovic kembali menguji kiper Persis, Vukasin Vranes, dengan sepakan jarak jauh. Vranes menunjukkan kelasnya dengan penyelamatan krusial, dan kembali harus bekerja keras menepis tendangan keras Francisco Rivera beberapa saat kemudian. Menjelang jeda, tekanan Persebaya semakin intens, dengan sisi kiri yang dihuni Bruno Moreira menjadi poros serangan utama. Namun, hingga babak pertama usai, skor tetap 0-0.
Memasuki paruh kedua, Persis Solo tampil lebih agresif. Mereka mencoba memperlebar permainan ke sisi lapangan untuk membongkar pertahanan lawan. Situasi berbahaya sempat tercipta di kotak penalti Persebaya pada menit ke-50, ketika dua percobaan dari Althaf Indie dan Luka Dumancic berhasil diblok oleh barisan pertahanan lawan yang disiplin. Tekanan Persis terus berlanjut, sundulan Bruno Gomes di menit ke-56 memang mengarah ke gawang, namun terlalu lemah untuk menaklukkan kiper Andhika Ramadhani.
Pergantian pemain dilakukan Persis pada menit ke-58, dengan masuknya Dimitri menggantikan Bruno Gomes. Dimitri langsung memberikan dampak instan dengan menciptakan ancaman, meski akhirnya dianulir karena offside. Setelah sempat tertekan, Persebaya mencoba bangkit dan melancarkan serangan balik. Alfredo Tata sempat mendapatkan ruang tembak, namun Luka Dumancic sigap melakukan blok tepat waktu.
Persis mendapatkan tendangan bebas dari sisi kanan pada menit ke-76. Bola diarahkan keluar kotak penalti sebelum Althaf melepaskan tembakan yang lagi-lagi tidak tepat sasaran. Akurasi penyelesaian akhir memang menjadi momok bagi tim tuan rumah sepanjang pertandingan. Di menit-menit akhir, tempo permainan sedikit menurun. Persebaya tampak cukup puas dengan hasil imbang, sementara Persis terus berupaya mencari gol kemenangan. Kesempatan terakhir hadir melalui umpan Paparyha kepada Arkhan Kaka yang berdiri bebas di depan gawang, namun sundulan pemain pengganti itu masih mampu ditepis Andhika Ramadhani.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-0 tak berubah. Hasil ini menjadi antiklimaks bagi Green Force, yang gagal melanjutkan tren tiga kemenangan beruntun mereka setelah sebelumnya sukses menundukkan PSBS, Arema FC, dan Malut United.


Tinggalkan komentar