Ekonesia – Drama tak terduga tersaji di Anfield kala Liverpool menjamu AS Monaco dalam laga pramusim. Sempat unggul dua gol tanpa balas, skuad asuhan Andoni Iraola justru harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor akhir 2-3. Kekalahan ini tentu menjadi catatan penting bagi Iraola yang menjalani pertandingan perdananya di kandang sendiri, meski hasil akhir bukan satu-satunya tolok ukur di masa persiapan ini.
Baca juga: Degradasi Pahit Monza! La Dea Bantai 4-0
Liverpool mengawali pertandingan dengan menjanjikan, menampilkan sebagian besar pemain inti mereka. Alisson Becker, Virgil van Dijk, dan Cody Gakpo turun sejak menit pertama, menandai penampilan pramusim perdana mereka. Kejutan terjadi di lini serang dengan Lewis Koumas dipercaya mengisi sisi kanan, sementara sejumlah pemain muda seperti Rio Ngumoha dan rekrutan anyar Victor Munoz menunggu kesempatan dari bangku cadangan. Curtis Jones absen sebagai langkah pencegahan, dan Stefan Bajcetic masih dalam proses pemulihan kebugaran.

Agresivitas Liverpool langsung terlihat. Koumas menjadi motor serangan di sisi kanan, berulang kali merepotkan pertahanan Monaco. Kerja kerasnya turut membuka peluang bagi Gakpo di awal laga. Keunggulan Liverpool akhirnya tercipta pada menit ke-16. Kolaborasi apik Dominik Szoboszlai dan Ryan Gravenberch membuahkan bola matang yang diselesaikan dengan dingin oleh Alexander Isak, mencetak gol perdananya di pramusim.
Baca juga: Harimau Malaya Kunci Semifinal AFF Vietnam Menanti
Hanya berselang dua belas menit, Florian Wirtz menggandakan keunggulan. Koumas kembali berperan penting dengan mengirim umpan silang ke tiang jauh. Gakpo menyundul bola ke bawah, dan di tengah kemelut, Wirtz berhasil menyambar bola untuk mengubah skor menjadi 2-0. Liverpool bahkan nyaris menambah gol melalui tembakan keras Kostas Tsimikas yang tipis melebar. Namun, keunggulan dua gol tersebut tak mampu dipertahankan hingga jeda. Sebuah pelanggaran Van Dijk di area kotak penalti berujung pada hadiah penalti bagi Monaco. Aleksandr Golovin yang menjadi algojo sukses menaklukkan Alisson pada menit ke-44, mengubah skor menjadi 2-1 saat turun minum.
Memasuki babak kedua, Iraola mulai melakukan perubahan. Giorgi Mamardashvili dan Wataru Endo masuk menggantikan Alisson dan Ifeanyi Ndukwe. Endo langsung menunjukkan determinasi tinggi dengan memenangkan dua duel udara. Sayangnya, sebuah umpan kurang cermat dari Szoboszlai menjadi bumerang. Monaco berhasil merebut bola dan melancarkan serangan balik. Mamardashvili sempat melakukan penyelamatan gemilang, namun tak mampu membendung Mika Biereth yang menyambar bola muntah untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-56.
Pada menit ke-60, Iraola melakukan rotasi besar-besaran. Van Dijk, Tsimikas, Gravenberch, Wirtz, Isak, dan Gakpo ditarik keluar, digantikan oleh Luke Chambers, Milos Kerkez, Trey Nyoni, James McConnell, Rio Ngumoha, serta Victor Munoz yang akhirnya menjalani debutnya. Menariknya, Munoz ditempatkan di sisi kiri, sementara Ngumoha di kanan, menunjukkan fleksibilitas posisi yang diinginkan Iraola dari para pemain sayapnya. Namun, banyaknya pergantian pemain ini berdampak pada menurunnya tempo dan kohesi permainan Liverpool. Monaco memanfaatkan situasi ini, termasuk dari bola mati. Dari sebuah sepak pojok, Paris Brunner berhasil menyundul bola masuk ke gawang pada menit ke-88, memastikan Monaco berbalik unggul 3-2. Liverpool tak mampu membalas hingga peluit panjang dibunyikan.
Kekalahan 2-3 tentu bukan hasil yang diinginkan Iraola, apalagi setelah timnya sempat tampil dominan dan unggul dua gol. Namun, pertandingan ini juga menyisakan beberapa poin positif. Isak langsung mencetak gol di laga pramusim perdananya, Wirtz turut menyumbang gol, dan Koumas menunjukkan aktivitas tinggi yang terlibat dalam terciptanya dua gol Liverpool. Masalah mulai muncul setelah pergantian pemain dalam jumlah besar, di mana tempo permainan menurun dan Monaco mampu mengeksploitasi celah, terutama melalui situasi bola mati. Ini menjadi bahan evaluasi berharga bagi Iraola untuk mematangkan skuadnya jelang musim baru.



Tinggalkan komentar